oleh

14 Tahun Hubungannya dengan Astri Berakhir Tragis, Randy Menyesal

Kupang, RNC – Tersangka kasus pembunuhan terhadap Astri Manafe dan Lael Maccabee, Randy Badjideh alias Randy (31) mengaku menyesali perbuatannya. Ia pun siap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Dari hasil rekonstruksi, klien kami (Randy) tidak ada unsur perencanaan dan kesengajaan membunuh Astri,” ujar salah satu penasehat hukum tersangka Randy, Beny Taopan, SH, MH, Rabu (22/12/2021) malam dilansir digtara.com.

banner BI FAST

Ia menjelaskan, hasil rekonstruksi menunjukkan kliennya mencekik Astri hingga meninggal dunia karena jengkel atas sikap Astri yang mencekik Lael hingga tewas. “Tidak ada unsur perencanaan, karena spontan maka timbul peristiwa ini,” ujarnya.

Rekonstruksi yang digelar, tandas Beny Taopan, menunjukkan bahwa Lael dibunuh oleh ibunya (Astri) bukan oleh Randy yang juga ayah biologis Lael.

Beny mengungkapkan kalau Astri dan Lael dijemput Arca pada Jumat (27/8/2021) malam. Arca mengantar ibu dan anak ini ke tempat kost Bayu di Kelurahan Fatululi lalu dijemput Randy menggunakan mobil di perempatan.

Dari Kelurahan Fatululi, Randy membawa kedua korban ke tempat penjualan kelapa di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak. “Di lokasi ini mereka bercerita cukup lama dan kembali ke lokasi Holywood depan rumah jabatan Bupati Kupang pada Sabtu (28/8/2021) subuh sekitar pukul 03.00 wita,” ujar Beny.

Pagi sekitar pukul 07.00 wita, Randy dan kedua korban masih ke SPBU mengisi bensin kemudian kembali ke Holywood. “Mereka parkir di Holywood sambil membahas masalah hubungan mereka dan soal anak mereka Lael,” ujarnya.

Tersangka Randy menginginkan untuk mengambil Lael, namun Astri menolak. “Klien kami mau mengambil Lael tapi Astri menolak karena keduanya sudah 14 tahun menjalin hubungan. Astri bilang kalau mau ambil Lael terus bagaimana dengan hubungan yang sudah 14 tahun,” jelas Beny.

Baca Juga:  Terima Gratifikasi Rp1 Miliar, KPK Tetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka

Ia menjelaskan pula kalau Randy sendiri merupakan mantan pacar Astri. Randy menikah dengan Ira pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 Randy dan Astri kembali menjalin hubungan hingga hamil dan pada Oktober 2020 Astri melahirkan Lael. “Waktu kejadian pembunuhan itu, Lael baru berusia 10 bulan,” jelasnya.

Dari pertengkaran itulah, Astri mencekik Lael yang saat itu baru berusia 10 bulan hingga tewas. Randy tidak terima dengan sikap Astri sehingga secara spontan mencekik Astri hingga tewas. “Alasan utama tersangka bunuh Astri karena emosi Astri bunuh Lael,” ujarnya.

“Di lokasi itu, Randy dan korban berada hingga pukul 13.00 wita dan dia bingung karena kedua korban meninggal dunia,” ujarnya.

Usai membunuh Astri, Randy memindahkan jenazah Astri dan Lael seorang diri ke jok tengah. “Setelah di rumah dan memasukkan jenazah ke plastik, Randy memindahkan jenazah ke jok belakang,” jelasnya.

Randy lalu ke toko Rukun Jaya membeli plastik hitam. “Keterangan Randy sesuai dengan GPS yang ada untuk memonitor handphone Randy baik waktu dan tempat Randy beraktivitas saat itu,” tandasnya.

Jenazah kedua korban dimakamkan oleh Randy seorang diri pada Senin (30/8/2021). “Randy sempat membawa jenazah kedua korban ke beberapa tempat selama dua hari,” tambahnya.

Beny Taopan mengaku kalau kliennya menyesali perbuatannya. “Tersangka menyesali perbuatannya. Ada keinginan dari tersangka menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban namun hanya masalah waktu,” ujarnya.

Beny bersyukur dengan pelaksanaan rekonstruksi karena apa yang disampaikan Randy adalah yang tergambar dalam proses rekonstruksi. “Tersangka jujur dengan keterangan dan peran nya. Tidak ada keterangan atau fakta lain yang membantah keterangan tersangka. Apa keterangan (tersangka) dalam BAP sesuai dengan rekonstruksi sesuai dengan GPS baik durasi waktu dan lakon,” ujarnya.

Baca Juga:  Emmy Sahertian: Kasus Suami Bunuh Istri di Flotim Mesti Dibawa ke Polda NTT

Beny menyebutkan karena tersangka sudah mengakui perbuatannya maka pihaknya menunggu sidang. “Kita tunggu tersangka didakwakan pada pasal apa,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mengetahui kalau kliennya dijerat pasal 340 KUHP pasca pemeriksaan ketiga terhadap tersangka Randy. “Jaksa mendakwakan pasal apa tapi harus buktikan. Jika tidak trbukti maka ada konsekuensi. Silakan buktikan unsur perencanaan,” tandasnya.

Beny malah cenderung penerapan pasal 351 ayat (3) karena tersangka menganiaya korban hingga meninggal dunia. Ia juga berharap pihak yang paham hukum jangan membuat polemik. “Jika ada tersangka lain sampaikan pada penyidik, jangan berpolemik tanpa pembuktian,” tegasnya.

Menurutnya, sejauh ini, Randy sehat dan siap menerima hukuman apa saja atas perbuatannya. Ia juga menegaskan kalau ada kesesuaian antara keterangan Randy dan hasil rekonstruksi soal pemakaman korban.

“Jarak mobil dan lubang berdekatan sehingga Randy tidak butuh energi yang banyak untuk menguburkan kedua jenazah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada alat bukti yang menyatakan ada pelaku lain atau pelaku lebih dari 1 orang. “Semua jelas dalam pra-rekonstruksi dan rekonstruksi,” tegasnya.

(*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed