oleh

184 Penerima Bantuan Seroja Dihapus, Rekening 13 Kelurahan Dibuka

Kupang, RNC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang merilis perkembangan Dana Siap Pakai, untuk stimulan bantuan rumah bagi korban Bencana Siklon Seroja, awal April 2021 lalu. Saat ini, sudah 38 kelurahan yang warganya menerima bantuan tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota, Ernest Ludji, di ruang kerjanya, Senin (28/3/2022) sore.

Untuk diketahui, Kota Kupang mendapatkan Dana Bantuan Siap Pakai untuk stimulan bantuan rumah bagi korban seroja sebesar Rp 150.985.000.000. Dana ini diperuntukkan bagi 12.092 kepala keluarga (KK) terdampak. Dari jumlah itu, diklasifikasi tiga kategori kerusakan yang dialami warga. Yakni, rusak ringan sebanyak 10.926 KK, rusak sedang sebanyak 863 KK, dan rusak berat sebanyak 403 KK.

“Saat ini prosesnya sudah tahap sosialisasi, dan tahap pembukaan buku rekening. Untuk tahap buka buku rekening, sudah tuntas dilakukan di 38 kelurahan dari 51 kelurahan,” beber Ernest. Ia menyampaikan, dari 38 kelurahan ini, telah melewati tahapan verifikasi dan validasi. Dan, diketahui ada 184 KK yang harus dihapus Inspektorat Utama BNPB RI, dari data penerima.

Alasan terhapusnya ratusan nama itu, karena 17 KK sudah masuk realokasi ke lokasi baru, 46 KK masuk dalam program bedah rumah Pemerintah Kota Kupang, 45 KK yang datanya tidak ditemukan sama sekali, 24 tempat usaha yang tak seharusnya mendapatkan dana stimulan, lima fasilitas umum, tujuh KK telah berpindah domisili, satu Warga meninggal dan tak ada ahli waris, delapan KK terjadi kesalahan pendataan awal, satu KK mengundurkan diri, tiga KK bukan pemilik rumah, 12 KK terjadi pendobelan data, satu KK yang rumahnya bukan kerusakan akibat Seroja, satu rumah tidak berpenghuni, satu warga alami gangguan jiwa, satu KK tak miliki bukti kepemilikan lahan dan rumah, dan 11 rumah dinas.

“Jumlahnya 184 penerima yang sudah diputuskan tim kami (BPBD Kota Kupang), termasuk Inpektorat Utama BNPB Pusat yang menghapus datanya,” ungkap Ernest. Dia mengatakan, saat ini ada 13 kelurahan sedang dalam proses, dan siap masuk tahapan verifikasi dan validasi Tim BPBD. Para penerima diharapkan bisa mempersiapkan diri, dan sejumlah berkas yang wajib untuk dilengkapi.

Kepada seluruh warga yang terdampak, dan datanya telah masuk, juga telah memperbaiki rumah sebelumnya, namun tak memegang nota belanja, tak perlu kuatir. Pasalnya, BNPB telah mempersiapkan formulir penyetara. Tujuannya, agar para korban dapat mengisi nilai dan jumlah harga material dan jasa, saat memperbaiki rumah sebelum bantuan ini disalurkan. “Kami BPBD membuat format sesuai dengan peraturan kepala BNPB, untuk bapak dan ibu isi form itu tentang apa – apa yang sudah dibelanjakan. Itu sebagai dokumen setara, atau dokumen pengganti nota – nota belanja yang sudah hilang,” jelasnya.

Ernest mengharapkan, warga tak perlu mendengarkan berbagai informasi tidak sah, selain dari BPBD Kota Kupang. Sebab, upaya penanggulangan atau penyaluran dana tersebut harus dilakukan melalui tahapan proses. Hal ini dikarenakan, anggaran yang dikelola bersumber dari Pemerintah Pusat, sehingga BPBD bisa mempertanggung-jawabkan secara baik.

Lebih lanjut, Ernest menyampaikan, BPBD Kota Kupang tidak mengintervensi siapa pun, untuk memilih pihak ketiga atau toko – toko penyedia material bangunan. Para penerima yang akan menentukan tempat sendiri. Sedangkan tim BPBD hanya memfasilitasi pembayaran secara non tunai, dari masing – masing rekening penerima. “Kami tidak bekerja sama dengan pemilik toko atau pengusaha. Semua terserah penerima, dan itu haknya warga,” pungkas Ernest. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Mengenai dana seroja…….sdh mantap pemerintah ambil langkah2 seperti diatas…….tapi coba ditinjau ulang masih banyak data yg tdk sesuai waktu setelah seroja🙏🙏🙏sdh pasti ada yg diuntungkan mulai dari dasar…karena data tersebut diambil dari perangkat RT….dan tidak menutup kemungkinan ada sesuatu antara warga yg tdk kena dampak dgn RT……..yg jelas begitu dana cair…sdh dipastikan oknum tsb menang banyak🙏🏻🙏🏻👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

  2. Terindikasi banyak kkN ….Apakah Betul ada Pembayaran Tahap 2.. karena Penerima Banyak yg seharus tidak pantas menerima sebaliknya masih banyak Rumah dengan Kerusakan yg lebih Parah dan tidak menerima …….

  3. Menang pencintraan sah, bukti di lapangan stengah bagian kelurahan nama hilang pdhl rusak berat, katanya hrus rmh bersertifikat tanah, di tunggu survei ulang malah snd ada yg dtgg, bgtu pun snd dpt buku rekening, su protes di BPBD ju ttetap sa snd dpt. Hebat ee pemkot KUPANG