oleh

5 Tahun Firmanmu (3): Percantik Wajah Kota dan Beri Bantuan Pangan Nontunai untuk 23.543 KK

Kupang, RNC – Kota Kupang yang merupakan ibukota Provinsi NTT kian berubah wajahnya dalam kurun waktu 2019 hingga 2022. Pemerintah Kota Kupang di bawah komando Wali Kota, Dr. Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man terus membuat gebrakan.

Tak mau Kupang disebut ‘Kampung Besar’, berbagai terobosan pun dibuat. Dicanangkanlah Smafrt City. Dimulai dengan penataan berbagai kawasan. Taman-taman dibersihkan dan dipercantik. Bahkan dibangun beberapa taman baru.

banner BI FAST

Sesuai catatan media ini, ada 11 kawasan yang ditata dan kini menjadi area favorit warga untuk rekreasi maupun berolahraga. Sebut saja Taman Tirosa, Taman Generasi Penerus (Tagepe), Taman Frans Seda, Alun-Alun Kota Kupang, Patung Kasih, Taman Adipura, Tugu Pertigaan Oesapa, Tugu Pertigaan Namosain, Taman Ina Bo’i, Pantai Kelapa Lima dan Pantai LLBK.

Penataan wajah kota ini merupakan bagian dari salah satu pilar Smart City, yakni Smart Branding. Dimensi ini bertumpu pada pariwisata, pengembangan ekonomi, perubahan wajah kota dan juga batas wilayah. “Sekarang tidak hanya orang yang bisa melihat tapi yang tidak bisa melihat pun bisa merasakan perubahan infrastruktur di Kota Kupang melalui pedestrian yang sudah mengakomodasi kebutuhan para difabel,” demikian kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP.,M.M saat Evaluasi Smart City yang berlangsung di Hotel Aston, Kamis (18/8/2022) lalu.

peresmian oleh jokowi
Presiden Jokowi menandatangani prasasti peresmian kawasan pantai Kelapa Lima, LLBK dan Taman Frans Seda, Kamis (24/3/2022). (Foto: Ist).

Selain itu, saat ini Kota Kupang sudah memiliki motif tenunan sendiri. Tenun motif sepe sudah memliki sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Oleh karena itu, Kota Kupang sudah punya ciri khas di bidang fashion. Bahkan, ke depan para ASN di lingkup Pemkot diwajibkan untuk mengenakan tenunan bermotif sepe.

Baca Juga:  Air Mancur Bundaran Tirosa Memang Mahal, Siapa Biayai?

Kota Kupang juga baru saja menjadi juara dan meraih penghargaan Anugera Pesona Indonesia (API) untuk dua kategori, yakni se’i sebagai makanan tradisional terpopuler dan sentra tenun ikat Ina Ndao sebagai pusat belanja terfavorit.

Dimensi lain Smart City adalah Smart Economy yang merupakan ikutan dari Smart Branding. Aplikasi dari dimensi smart city ini diawali dengan dibuatnya Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2020 tentang pembayaran nontunai, yakni pembayaran-pembayaran di lingkup Pemkot Kupang sudah menggunakan sistem cashless atau nontunai. Kemudian, dilanjutkan dengan pembayaran nontunai di berbagai pusat perbelanjaan maupun pusat UMKM di Kota Kupang. “Bahkan sekarang yang jualan jagung, kacang juga sudah pakai aplikasi QRIS,” kata Kadis Kominfo Kota Kupang.

Untuk menyukseskan program ini, Pemkot Kupang menggandeng Bank NTT sebagai mitra utama. Saat ini sudah ada 1.913 merchant yang difasilitasi Bank NTT untuk menggunakan aplikasi QRIS. “Economy digital yang dilakukan oleh Bank NTT merupakan penetrasi yang luar biasa,” kata Andre-sapaan karib Kadis Kominfo Kota Kupang.

Dengan adanya berbagai terobosan melalui konsep smart city, UMKM di Kota Kupang mulai bertumbuh. Pemkot juga terus memfasilitasi dengan pelatihan-pelatihan digital marketing untuk memudahkan penjualan secara digital. Selain itu, Pemkot Kupang melalui Diskominfo juga melakukan digital talent untuk anak-anak muda.

Khusus untuk UMKM, setidaknya ada 6.000 orang yang dilatih tentang digital marketing. Dengan pelatihan ini, para pelaku UMKM diharapkan bisa tetap menjajakan aneka produk mereka ketika akses tempat dibatasi karena pandemi.

Pemkot Kupang juga membantu masyarakat saat pandemi dengan memberikan bantuan-bantuan. Andre merincikan, ada bantuan alat bantu difabel untuk 340 orang, bantuan kebutuhan dasar difabel untuk 300 orang, bantuan PKH untuk 22.431 kepala keluarga, santunan pengentasan kemiskinan untuk 874 orang, dan bantuan modal usaha untuk 30 kelompok usaha bersama (KUB).

Baca Juga:  Yang Tuding Dana CSR di Pemkot Kupang Hilang adalah Fitnah

Tak hanya itu, masih ada bantuan kacamata untuk lansia sebanyak 250 orang, bantuan pangan nontunai sebanyak 23.543 KK, bantuan untuk anak telantar 324 orang, lanjut usia 864 orang, gelandangan 13 orang, serta bantuan bencana alam sebanyak 27.525 orang. (rnc/bersambung)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed