oleh

AJB Bumiputera Kupang Tolak Klaim Asuransi, Nasabah Koperasi Serviam Ini Terlilit Utang Ratusan Juta

Kupang, RNC – Salah satu nasabah koperasi kredit Serviam atas nama Marlince Koro kini terlilit utang ratusan juta lantaran klaim asuransinya ditolak pihak AJB Bumiputera Cabang Kupang. Marlince merupakan ahli waris suaminya Yosep Edward Saban yang sudah meninggal dunia sejak 2019 lalu.

Utang yang harus dibayar Marlince kepada koperasi kredit Serviam mencapai Rp110 juta.

Kepada RakyatNTT.com, pekan lalu, Marlince mengisahkan, semasa hidup suaminya meminjam uang Rp200 juta dari koperasi Serviam untuk membiayai sebuah proyek. Setelah proyek selesai, suaminya sudah mencicil separohnya. Namun, baru tiga bulan setelah pinjaman itu, suaminya sakit lalu meninggal dunia.

“Setelah tiga hari suami saya meninggal, dari koperasi datang bertemu saya di rumah dan bilang tidak usah pikir, karena utang sudah lunas. Tidak perlu bayar karena suami meninggal,” cerita Marlince.

Ia juga menyebutkan, ia dan suaminya juga mempunyai tabungan di koperasi Serviam yang nilainya mencapai Rp100 juta. Ia pun kemudian mencairkan Rp40 juta sehingga tersisa Rp60 juta.

Namun, saat hendak mengambil tabungan Rp60 juta tersebut, pihak koperasi Serviam ternyata sudah memblokir rekeningnya. “Katanya untuk lunasi utang, bahkan saya diminta angsur untuk lunasi sisa utang,” kata Marlince.

Terkait persoalan ini, Marlince mengatakan dirinya saat ini hanya pasrah karena tidak punya pendapatan untuk mencicil utang yang ditagih koperasi. Ia mengaku bingung dan tidak tahu harus mengadu ke mana lantaran tidak memahami sistem di koperasi tersebut. “Semua suami yang urus sehingga saya juga tidak tahu. Saat saya mau ambil uang Rp60 juta sisa tabungan untuk biaya hidup ternyata sudah diblokir,” katanya.

Serviam Klaim Sisa Utang Masih Rp110 Juta

Sementara itu, Manajer Kopdit Serviam Cabang Penfui, Marselina Deku yang dikonfirmasi menerangkan Alm. Yosep Eduard Saban sebelum meninggal pada 16 Desember 2016 telah mengambil pinjaman di Kopdit Serviam senilai Rp220 juta. Marlince Koro ditetapkan sebagai ahli waris.

Terkait pinjaman senilai Rp220 juta itu, Kopdit Serviam telah menanggung asuransi pinjaman melalui Daperma sebagai perusahaan asuransi internal Serviam sesuai batas plafon pinjaman senilai Rp100 juta. Sementara sisa utang Rp110 juta menjadi tanggungjawab peminjam dan ahli waris, Marlince Koro telah ditolak pembayarannya oleh AJB Bumiputera. Perusahaan asuransi bekerja sama dengan Kopdit Serviam untuk mengcover pinjaman anggota yang melebihi plafon Rp100 Juta.

“Sementara yang Rp110 juta dari pihak Bumiputera itu menolak pembayaran klaim asuransinya oleh karena sakitnya. Karena melakukan pinjaman itu sudah sakit, itu karena ada riwayat sakit yang mereka tidak bisa cover,” jelasnya.

Dikarenakan adanya penolakan klaim asuransi dari AJB Bumiputera, maka sisa pinjaman dari Almarhum Yoseph senilai Rp110 menjadi tanggungan ahli waris Marlince Koro. “Kami juga sudah kasih ada bukti surat dari Bumiputera yang menolak pembayaran,” kata Marselina.

Ia mengatakan, Kopdit Serviam tetap meringankan tanggungan utang yang ditinggalkan Alm. Yoseph, yakni dari sisa pencairan pinjaman dialihkan ke kas simpanan atas nama ahli waris, Marlince Koro.

Maeselina menambahkan, terkait dana senilai Rp60 juta di simpanan harian yang diblokir Serviam yakni untuk menutupi sisa angsuran pembayaran pinjaman.

“Seingat saya pernah ahli waris melakukan penarikan simpanan, sehingga simpanan ini terisisa 60 juta. Itu yang sebenarnya kita blokir, supaya jangan nanti seperti kejadian sekarang ini, keputusan dari asuransi tidak membayar dan kemudian memberatkan ke ahli waris,” jelasnya.

Sebaliknya, terkait tanggung jawab sisa pinjaman itu, Marlince secara terbuka di hadapan manajeman Kopdit Serviam menyatakan ingin menempuh jalur hukum. Namun menurut Marselina, gugatan hukum mestinya dilakukan ahli waris terhadap pihak AJB Bumiputera yang menolak klaim asuransi Almarhum Yoseph.

“Yah, silahkan saja itu kan ke pihak Bumiputera. Malahan kami sudah pernah meminta untuk angsuran Rp2 juta setiap bulan namun itu hanya berjalan dua bulan saja,” sebut Marselina.

Ia juga menyampaikan, belum lama ini Kopdit Serviam telah memutuskan hubungan kerja sama dengan pihak AJB Bumiputera. “Dari Bumiputera sudah datang dan bertemu dengan General Manager namun karena hasil yang ini, maka kami pun memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan AJB Bumiputera,” ungkapnya.

Alasan Bumiputera Tolak Klaim Asuransi

Berdasarkan surat penolakan klaim asuransi dari AJB Bumiputera 1912 yang ditandatangani oleh Direktur SDM, Dena Chaerudin pada 19 Januari 2023, tertera secara jelas bahwa dari data pengajuan klaim dan penyelidikan AJB Bumiputera ditemukan sejumlah fakta yaitu, Almarhum Yoseph Edward semasa hidupnya telah bergabung sebagai nasabah di AJB Bumiputera dengan premi asuransi senilai Rp480.700 setiap bulan yang terhitung dari 29 Agustus 2019 sampai 28 Agustus 2020.

Tetapi status nasabah aktif hanya 3 bulan, dikarenakan Yosep Edward Saban meninggal dunia pada 16 Desember 2019.

Selain itu, ditemukan dari data diagnosa kilinis mulai dari Mei hingga Juni 2019 sebelum bergabung sebagai nasabah di AJB Bumiputera 1912, Alm. Yoseph Edward telah mengidap komplikasi penyakit yang masuk dalam kategori tidak menjadi syarat diasuransikan oleh AJB Bumiputera apabila di kemudian hari menjadi penyakit bawaan yang menyebabkan meninggal dunia.

Terkait temuan dari AJB Bumiputera, sebenarnya Alm. Yoseph Edward semasa hidup, saat bergabung sebagai nasabah telah memberikan beberapa pernyataan yang tidak memenuhi syarat, yaitu tidak pernah mengalami sakit kronis selama 2 tahun terakhir sebelum bergabung ke AJB Bumiputera 1912, bahkan memberikan pernyataan dan tandatangan basah jika data asuransinya tidak sesuai dengan kondisi kesehatannya, maka memberikan kewenangan kepada pihak AJB Bumiputera untuk tidak membayarkan asuransi.

“Berdasarkan verifikasi berkas di atas, perihal kondisi kesehatan tertanggung saat masuk asuransi dan ketentuan pada syarat-syarat umum polis Asuransi Jiwa Kumpulan, maka keputusan klaim meninggal atas polis nomor: 2091258988 a.n Kopdit Serviam Kupang No. 61 a.n Yoseph Edward Saban diputuskan/(atau) tidak dapat dibayarkan,” tulis AJB Bumiputera 1912 dalam surat penolakan klaim asuransi kepada Kopdit Serviam.
(rnc04)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *