oleh

Anggota Dewan Kota Panjat Pagar dan Bongkar Pintu Belakang UPTD PJU

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus) dari DPRD Kota Kupang melakukan uji petik lapangan program lampu jalan di kantor UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR Kota Kupang, Rabu (9/6/2021). Sayangnya, mereka masuk dari pintu belakang.

Pintu gerbang belakang selama ini tidak difungsikan dan ditutup dengan seng pun dirusak. Pintu ini berbatasan langsung dengan rumah jabatan wakil wali kota. Bahkan, ada anggota dewan yang nekat memanjat pagar tembok. Kedatangan anggota Pansus ini tidak diketahui oleh Kepala UPTD PJU, Elfisbert Ga Loni karena tidak ada pemberitahuan.

Iklan Dimonium Air

Kepala UPTD PJU, Elfisbert Ga Loni yang dikonfirmasi RakyatNTT.com, Rabu (9/6/2021) menjelaskan dirinya tidak tahu ada kunjungan Pansus ke kantornya. Pasalnya, Pansus sama sekali tidak menyampaikan informasi apapun.

Ia pun mengaku kecewa karena tidak bisa memberikan penjelasan detail kepada Pansus terkait lampu-lampu yang ada di gudang. Apalagi, dalam kunjungan itu, Pansus membawa serta sejumlah wartawan. Informasi ke publik pun jadi tak berimbang. “Jangan datang seperti tidak ada orang di situ. Sudah begitu paksa masuk lagi tanpa ada pemberitahuan. Kalau kita ada tentu kita akan jelaskan di mana masalahnya,” kata Elfisbert.

Ia mengakui ada ratusan lampu hias yang sedang disimpan di bagian belakang kantor. Lampu-lampu tersebut akan diperbaiki untuk digunakan kembali.

Menurutnya, sebelum ia menjabat Kepala UPTD PJU, sudah ada sejumlah lampu yang tersimpan di eks rujab wali kota tersebut karena rusak. Selain itu, saat badai seroja awal April lalu, ada juga lampu dan tiang lampu yang rusak sehingga disimpan di bagian belakang kantor. “Lampu-lampu itu ada yang masih bagus dan ada yang bisa diperbaiki dan dipakai kembali,” katanya.

Baca Juga:  Ada Massa Tandingan Adang Pedemo di Gedung DPRD Kota Kupang

Elfis juga menjelaskan, lampu-lampu tersebut terdiri dari lampu jalan dan lampu hias. Lampu-lampu itu dibeli pada tahun anggaran 2019. Sampai saat ini belum diperbaiki karena pada tahun anggaran 2020 terjadi refokusing anggaran sehingga tidak ada anggaran perbaikan. Kemudian, pada pembahasan anggaran 2021 DPRD tidak mengalokasikan anggaran yang cukup untuk perbaikan. “Jadi kita menanti perubahan anggaran di tahun anggaran berjalan pada bulan Oktober 2021. Dalam pembahasan kita usulkan kembali,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, lampu yang rusak akibat badai seroja sebanyak 620 unit. Selain lampu-lampu jalan, sejumlah lampu hias juga ikut rusak. Semuanya disimpan di halaman belakang UPTD PJU menanti perbaikan.

Oleh karena itu, menurut dia, jika ada informasi yang mengatakan lampu-lampu itu terbelangkalai bahkan telah merugikan keuangan daerah itu tidak benar. “Tidak benar lampu-lampu itu dibiarkan jadi rongsokan. Itu semua akan diperbaiki dan dipakai kembali,” tegas Elfis.

Hingga berita ini diterbitkan, para anggota Pansus yang dikonfirmasi belum memberi respon terkait kedatangan mereka ke kantor UPTD PJU, Rabu kemarin. (rnc04)

  • 1.9K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed