oleh

Anggota DPRD NTT Jonas Salean Diperiksa soal Dugaan Korupsi Aset Pemda

Kupang, RNC – Anggota DPRD Provinsi NTT yang juga mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi aset tanah Pemerintah Kabupaten Kupang di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Senin (4/3/2024) sore.

Diwawancarai awak media usai keluar dari gedung Kejati NTT, Jonas menyebutkan dirinya telah menyelesaikan pemeriksaan dengan baik sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Dirinya menjelaskan kepada penyidik Kejati bahwa sebenarnya tak ada pengalihan aset tanah Pemkab. Yang terjadi adalah dirinya menerima tanah kavling milik negara. Objek tanah tersebut bukan milik daerah atau Pemkab Kupang.

 

“Jadi itu bukan tanah milik daerah. Itu yang clear di situ dengan Pak Jaksa sebagai penyidik,” ungkapnya.

 

Selain itu, Jonas juga menuding adanya wartawan dan media yang membuat gaduh informasi tentang dirinya telah mengambil alih aset Pemkab Kupang. Padahal tanah di Jalan Veteran, di depan Hotel Pelangi tersebut sudah sah miliknya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Tahun 2021.

 

Oleh karena itu, Jonas meminta perlindungan hukum atas informasi yang memojokkan dirinya. Ia juga berkeinginan akan menuntut media yang sudah membuat berita-berita yang menurutnya tidak sesuai fakta.

“Tetapi beritanya bilang sebentar Yonas mau ditahan, ada tersangka baru. Itu sebenarnya media itu Pak Kajati tertibkan dia,” ucapnya.

 

Tak hanya itu, Jonas juga menuding Bupati Kupang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang telah melakukan pemalsuan dokumen aset tanah di Jalan Veteran yang tidak selayaknya dimiliki oleh Pemkab Kupang. “Seharusnya yang dihukum itu Bupati Kupang, karena dia memalsukan tanah itu sebagai aset yang bukan dia punya milik. Jadi habis ini kita lapor di Polda, Bupati Kupang melakukan pemalsuan, kan kita sudah putusan inkrah dari 2021,” jelasnya. (rnc04)

Baca Juga:  Jaksa Tetapkan Eks Wabup Flotim Agus Boli Tersangka Korupsi Sistem Informasi Desa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *