oleh

Angka Covid-19 Meningkat, RSD Aeramo Batasi Kunjungan Keluarga Pasien

Mbay, RNC – Dengan bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nagekeo, Rumah Sakit Daerah Aeramo membatasi kunjungan keluarga pasien.

Manajemen UPTD RSD Aeramo sudah mengeluarkan pengumuman yang berlaku sejak 15 Januari 2021 lalu. Keputusan ini dikeluarkan setelah satu kasus pasien positif virus corona yang meninggal di RSD Aeramo.

BACA JUGA: Peringati Hari Pers, Jurnalis di Nagekeo Beri Catatan Khusus Kasus Korupsi di Nagekeo

Dalam pengumuman dengan nomor: 445/RSD Aeramo/70/01/2021 tersebut, manajemen RSD Aeramo menyatakan pembatasan kunjungan keluarga pasien berlaku untuk waktu yang tidak ditentukan. Selanjutnya, penjaga pasien hanya diperbolehkan 1 orang untuk pasien dewasa dan 2 orang untuk pasien anak. Para penjaga akan diberi kartu jaga pasien.

Selanjutnya, untuk pasien rawat jalan dan IGD hanya boleh diantar 1 orang pendamping pasien. Lalu penunggu atau penjaga maupun pendamping pasien harus dalam keadaan sehat atau tidak sedang dalam kondisi batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Terakhir, baik pasien, penjaga atau penunggu pasien, maupun pendamping pasien wajib mematuhi aturan yang ada di RSD Aeramo.

Direktur RSD Aeramo Reni Wahyuningsih kepada RakyatNTT.com, Selasa (9/2/2021) mengaku bahwa pengumuman tersebut dikeluarkan sejak 7 Maret 2020. “Sejak 7 Maret sudah dikeluarkan pengumuman untuk tidak ada kunjungan, tapi ya tetap bandel tuh, mereka tidak sadar juga bahaya virus ini,” ujarnya.

“Di 2021 ini kita keluarkan lagi pengumumannya. Padahal 2020 lalu kita juga sudah mengeluarkan pengumumannya,” tambah Reni.

BACA JUGA: Peringati HPN 2021, Wartawan di Nagekeo Sumbang Masker untuk Masyarakat

Ia mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Mungkin media bisa membantu menyadarkan masyarakat atau pengunjung tentang hal ini. Kami sangat kewalahan. Kami berharap adanya kerja sama untuk putus rantai penyebaran virus ini. Kalau di tingkat lokal RS ya, nakes yang positif rapid wajib isolasi mandiri, kemudian tracing ke-13, nakes yang swab PCR positif, desinfektan unit-unit layanan yang ada di RS secara rutin, serta melakukan 5M,” kata Reni. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *