oleh

Asis Tidak Bayar Denda Adat, Olga Tempuh Jalur Hukum

Iklan Covid Walikota Kupang

Ruteng, RNC – Kisruh asmara antara Plasidius Asis Deornay dan Maria Olga Jelimun masih terus berlanjut. Terbaru, pihak Olga bakal menempuh jalur hukum lantaran Asis tidak mau membayar denda adat. Asis sendiri mengurungkan niatnya untuk membayar denda adat karena geram dengan tindakan pihak Olga yang membawa persoalan ini ke berbagai pihak.

Kepada RakyatNTT.com, Olga menjelaskan, klarifikasi Asis Deornay banyak yang janggal dan melenceng dari fakta sebenarnya, serta sangat menyudutkan ia bersama keluarganya.

Iklan Dimonium Air

Olga mengaku, pihaknya sudah membuka ruang komunikasi sejak Asis meminta agar nilai denda dikurangi dan memperpanjang batas waktu pembayaran denda.

“Kita menyepakati itu bersama dan dituangkan dalam surat pernyataan. Saya dan pihak keluarga besar sudah menjalankan semua kesepakatan itu dengan baik,” ungkap Olga.

Ia sangat menyayangkan sikap Asis yang mengingkari isi surat pernyataan itu, padahal Asis sendirilah yang membuat redaksi kalimat di dalam surat itu. Kendati demikian, sampai sekarang pihaknya masih membuka ruang komunikasi itu selebar-lebarnya.

“Tepi pak Asis malah memblokir nomor saya. Itu berarti pak Asis sendiri yang menutup ruang komunikasi tersebut,” jelasnya.

Menurut Olga, ia telah mengalami kerugian baik materil dan immateril karena hal yang dibuat Asis. Atas dasar itu, keluarganya siap melanjutkan persoalan ini ke proses hukum. “Soal beliau enggan membayar denda, hal tersebut nanti boleh dipertanggungjawabkan di pengadilan,” tantangnya.

Olga membenarkan bahwa pihaknya telah melaporkan persoalan ini ke polisi. Laporan tersebut dilakukan karena Asis tidak mengindahkan perjanjian yang telah disepakati bersama. Ditambah lagi Asis tidak mengkonfirmasi ke pihak Olga jika memang ada alasan lain sehingga denda itu belum dibayar.

“Hal ini menyebabkan saya dan keluarga rugi baik waktu, tenaga, pekerjaan saya yang terpaksa saya tinggalkan demi memenuhi kesepakatan itu,” kata Olga.

Melaporkan persoalan ini kepada kepolisian menurut Olga bukanlah hal yang salah seperti yang dikatakan Asis. Kepolisian kata dia merupakan lembaga penegak hukum yang bisa mengakomodir masyarakat yang menuntut keadilan.

Ia juga membantah tuduhan Asis yang mengatakan dirinya sakit dan pernah mencoba membunuh Asis serta mengejar Asis hingga keliling rumah dan disaksikan banyak orang. Menurutnya tuduhan itu tidak benar.

“Ini sangat menyudutkan saya dan menghina saya dan saya minta beliau dapat membuktikannya,” tutup Olga. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed