oleh

ASN Dinilai Paling Efektif Raup Suara untuk Petahana

Jakarta, RNC – Pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi persoalan di daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Kondisi itu dilatarbelakangi calon kepala daerah (cakada) petahana yang memanfaatkan kewenangannya.

“Paradigma cakada memanfaatkan gerbong ASN untuk meraup suara akan tetap terjadi karena dianggap efektif,” ujar anggota Komisi II DPR Syamsul Luthfi kepada Medcom.id, Minggu (11/10/2020).

ASN sebagai perpanjangan tangan untuk mempromosikan keberhasilan petahana kepada masyarakat. Apalagi situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Masyarakat kita membutuhkan uluran bantuan,” tutur dia.

Politikus NasDem itu menekankan pelanggaran netralitas ASN tak boleh terjadi terus menerus. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta bertindak tegas. “Bawaslu harus tegas dan tidak pandang bulu untuk memproses pelanggaran yang terjadi,” ujar dia.

BACA JUGA: Diduga Terlibat Politik Praktis, 35 ASN Sumba Timur Dilaporkan ke KASN

Sebelumnya, Bawaslu kembali menemukan ratusan ASN terlibat dalam pelanggaran Pilkada Serentak 2020. ASN terbukti melakukan pelanggaran netralitas.

“Sudah lebih dari 700 ASN (pelanggaran netralitas),” ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya menemukan banyak pelanggaran kampanye di medsos. Pelanggaran dalam berbagai bentuk, seperti kampanye yang dilakukan ASN dan kepala desa di medsos, serta kampanye melalui akun yang tak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi, kabupaten, atau kota.

(medcom/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed