oleh

Badan Informasi Geospasial Temukan Gunung Api Bawah Laut di NTT

Iklan Demokrat

Bogor, RNC – Badan Informasi Geospasial (BIG) beserta sejumlah kementerian dan lembaga menelaah temuan baru soal delapan gunung api bawah laut di Indonesia. Gunung api bawah laut itu tersebar di tiga provinsi.

“Iya benar, ada delapan gunung api bawah laut berhasil kita telaah dan kita sepakati bahwa itu memang gunung bawah laut. Itu hasil penelaahan BIG dan Kementerian dan lembaga terkait lain di tahun 2020 lalu,” kata Koordinator Pemetaan Kelautan BIG Fajar Mugiarto dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/5/2021).

Iklan Dimonium Air

Fajar menyebut delapan gunung itu berada di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera dan Sulawesi Utara. Jenis gunung bawah laut ini merupakan jenis gunung berapi.

Namun, Fajar menegaskan, untuk memastikan apakah gunung bawah laut itu aktif atau tidak, butuh penelitian lanjutan oleh kementerian dan lembaga lain. “Sebenarnya gunung bawah laut itu ratusan ya jumlahnya, itu semua ada di perairan Indonesia. Hanya saja, baru delapan gunung bawah laut ini yang kita telaah dan sepakati bersama,” ujar Fajar.

“Delapan gunung bawah laut ini jenis gunung api, tetapi apakah gunung bawah laut ini aktif atau tidak, perlu kajian lebih lanjut. Ada kementerian lain yang biasa menjelaskan itu. Kalau kita BIG kan hanya melakukan pendataan,” ucapnya.

Fajar mengatakan penelaahan delapan gunung bawah laut ini mengacu kepada dokumen B-6 Standardization of Undersea Features Names dari International Hidrographic Organization (IHO). Dari aspek geometri, delapan gunung yang ditelaah ini dapat dikategorikan sebagai gunung bawah laut karena memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter dan bentuknya kerucut.

“Delapan gunung bawah laut yang sudah ditelaah tersebut, telah diajukan BIG untuk dapat dimasukkan ke dalam Gazeter Republik Indonesia,” kata Fajar.

Tahun 2020 merupakan kali pertama bagi BIG menyelenggarakan toponimi untuk unsur di wilayah laut. Kegiatan ini terdiri dari pengumpulan data, penelaahan data, dan pengusulan data untuk dapat disusun di dalam Gazeter Republik Indonesia. Kegiatan penyelenggaraan toponimi unsur wilayah laut pada 2020 dilakukan pada 28 September- 9 Oktober 2020.

Pengumpulan data dan penelaahan dilakukan secara daring oleh BIG bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

(*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed