oleh

Berawal dari Sate Kambing, Berakhir di Jagung Bakar El Tari

oleh : Robert Kadang

Kesannya bersahaja, tapi sonde ada sekat di antara katong. Ngobrol ala kadarnya, lalu diselingi canda-tawa. Itulah cerita “Tamang Pung Kisah” malam mingguan dengan bakal calon gubernur NTT, Fransiscus Go, di Jalan El Tari Kupang, Sabtu (8/6/2024). Dari Taman Budaya menyaksikan TRILOGI Theater, katong lalu meluncur ke warung sate kambing, di bilangan Kelurahan Merdeka. Selain Frans Go, ada Hilmy Mucshin, Riscka, Yan Polinggomang, Dorry Rashydin, Ronald Chrislayanto, Arie Huma, Jack Logo, Yopi Lati, Selvia Yustin dan beta sendiri.

Nikmatnya kuliner sate kambing, membuat katong lahap menyantapnya. Sekejap, samua barisi. Katong lalu bergeser ke Jalan El Tari, pas di depan rumah jabatan gubernur NTT. Nongki-nongki sambil menikmati jagung bakar dan pisang epe’, sajian angalai dan inalai. Banyak hal yang katong bahas. Mulai dari politik (peta kekuatan, peluang dan tantangan), ekonomi (pengembangan UMKM), hingga potensi pengembangan sumber daya manusia NTT. “Ya, tinggal pemimpinnya. Mau tidak membuat generasi muda lebih kreatif,” tandas Frans Go menanggapi perbincangan katong.

Begitupun ketika katong membahas pentingnya pengembangan UMKM, seperti di sepanjang Jalan El Tari. Menurut Frans Go, di beberapa spot atau titik (salah satunya di Taman Budaya), bisa digelar sejumlah ajang untuk menarik orang datang ke tempat itu. “Lokasinya ditata bagus dan dibuat terang pada malam hari ini. Ada band penghibur. Ada jualan makan-minum (kuliner). Pameran tenun ikat. Ada pagelaran tari dan theater seperti yang baru kita nonton. Ya, tinggal pemimpinnya. Mau tidak membuat ekonomi kecil lebih maju,” ujar Frans Go.

Sama halnya, ketika katong bahas Nara Kupu Jogja yang dibuat Frans Go. Konsep berwisata sambil menikmati alam dan membangun persahabatan. “Bisa koq dikembangkan di Kupang. Di Buraen dan di Baumata bagus. Hawanya sejuk. Ada begitu banyak potensi daerah yang belum dikelola untuk peningkatan pedapatan daerah. Ya, tinggal pemimpinnya. Mau tidak membuat pariwisata NTT lebih hebat,” kata Frans Go. (*)

Baca Juga:  GMT Institute Hadirkan Puluhan Pakar dan Praktisi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *