oleh

BPBD Kota Kupang Distribusi Air Gratis untuk Warga Manutapen

Kupang, RNC – Menyikapi kekurangan air bersih akibat kemarau panjang, Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan air gratis kepada warga di kelurahan-kelurahan. Kamis (3/10/2019), giliran warga RT 14, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak mendapat air gratis dari BPBD.

Warga setempat pun berbondong-bondong membawa penampung untuk mengangkut air yang dibagikan oleh petugas BPBD. Petugas menggunakan mobil tangki milik BPBD. Warga tampak membawa jerigen dan ember, karena bak penampung di lokasi tersebut sedang rusak.

Ketua RT 14, Jonatan Lasbaun mengatakan warga yang ada di wilayahnya sangat kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Selama ini warga bergantung pada air kali. Namun, karena kemarau panjang, airnya turun. Bahkan tidak bisa dikonsumsi lagi.

Salah satu warga, Amelia Kome Balo mengatakan apa yang dilakukan Pemkot lewat BPBD Kota Kupang adalah upaya yang sangat baik dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat. “Kalau untuk kami, sangat mengucapkan syukur, bahwa pemerintah sudah berikan air kepada kami. Yang mana kami di RT 14 ini sangat-sangat membutuhkan sekali,” katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Kupang, Isak Yerobiam Kande di ruang kerjanya mengatakan pendistribusian air telah berlangsung sejak 18 September 2019. BPBD berkoordinasi dengan PDAM Kota Kupang. Pihak BPBD sendiri menyiagakan 300 tangki air yang didistribusikan kepada masyarakat di kelurahan yang mengalami darurat kekeringan.

“Untuk BPBD sendiri sudah menyiapkan sesuai dengan anggarannya sebanyak 250 tanki untuk mengantisipasi kekeringan. Dan selama berjalan ada koordinasi dengan instansi terkait. Ada penambahan lagi lima puluh ret dari PDAM Kota Kupang. Jadi semua yang dikerahkan untuk mengantisipasi kekeringan ini berjumlah 300 ret,” jelasnya. (rnc07)

Baca Juga:  Pansus DPRD Kota Kupang Sidak Reklame Liar, Ada Dugaan Pungli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *