oleh

Bupati Nagekeo Minta Kepsek Berpikir Out of The Box

Mbay, RNC – Kepala sekolah (kepsek) adalah leader yang harus berpikir out of the box. Kepala sekolah harus bisa menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi anak-anak, terutama untuk siswa kelas awal. Hal tersebut ditegaskan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco, pada kegiatan Program Inovasi untuk Anak Sekolah (INOVASI) NTT. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda, Kecamatan Aesesa, Rabu (20/4/2020).

Turut hadir System and Policy Specialist INOVASI, Mus Mualim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Venantius Minggu, serta fasilitator daerah INOVASI. Selain peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah, Bupati Don juga minta agar para kepala sekolah dan guru melakukan pemetaan atau profiling kemampuan literasi dan numerasi siswa.

“Terkait instruksi Pemulihan Pembelajaran melalui Pemetaan, Perbaikan dan Evaluasi Kemampuan Literasi dan Numerasi Dasar Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar, nantinya para kepala sekolah dan guru akan melakukan pemetaan atau profiling kemampuan literasi dan numerasi siswa,” kata Bupati Don.

Dikatakannya, hasil pemetaan akan jadi dasar pengelompokkan siswa sesuai kemampuan atau kompetensi dasarnya, sehingga pelajaran menjadi efisien. Hasil pembelajaran kemudian dilaporkan secara berkala, dan dibuat dalam bentuk grafik. “Nanti saya sendiri yang akan mengecek kemampuan siswa, apakah sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak,” tandas Bupati Don.

Terkait instruksi bupati Nagekeo tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Venantius Minggu, menjelaskan, hal itu sebagai bukti Pemkab Nagekeo concern terhadap kualitas pendidikan. Ia pun optimis, jika pemetaan profil belajar siswa yang diperkenalkan INOVASI, kemudian ditindak-lanjuti melalui instruksi bupati Nagekeo.

“Saya optimis jika pemetaan dilakukan dengan baik dan benar, maka akan mendukung pemulihan belajar setelah pandemi, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo,” kata Venantius.

Sementara System and Policy Specialist INOVASI, Mus Mualim menambahkan, dalam steering committee pada 7 Desember 2021 lalu, bupati Nagekeo telah menyampaikan akan dilakukan pemetaan kemampuan literasi siswa secara komperhensif melalui instruksi bupati. Menurut Mus, pemetaan tersebut akan jadi pintu masuk bagi calon sekolah dan guru penggerak. Selain itu, akan menjadi dasar evaluasi dan monitoring bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terkait kemampuan literasi dasar,” ujarnya.

Salah satu peserta, yaitu Kepala SDK Kelimado, Yohanista Gualberta Dede, saat dimintai tanggapannya mengatakan, pemetaan kemampuan literasi dasar akan segera dilaksanakan di sekolahnya. “Kegiatan sejenis sudah pernah kami lakukan, namun instrumen yang disampaikan hari ini sangat lengkap. Saya yakin, pemetaan ini akan berhasil, dan semoga di masa depan ada pelatihan untuk guru kelas awal, supaya mereka lebih paham,” imbuhnya. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *