oleh

Cegah Anemia pada Remaja Putri, Pemkab Nagekeo Screening Semua Siswi SMP dan SMA

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do secara simbolis membuka kegiatan Gerakan Cegah Anemia pada Remaja Putri Dengan Minum Tablet Tambah Darah. Kegiatan tersebut berlangsung di dua sekolah, yakni SMPS Hanura Danga dan SMAK Baleriwu Danga, Rabu (16/6/2021).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Kesehatan drg. Ellya Dewi, MPH, Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau, Kepala SMPS Hanura Danga Kristoforus Jo Wea, S.Pd, Kepala SMAK Baleriwu Danga Paulus Tenga, S.Pd bersama para guru dan pegawainya.

Iklan Dimonium Air

Pada kesempatan itu, Bupati Don mengatakan asupan gizi perlu diperhatikan, termasuk suplemen yang dibagi oleh Dinas Kesehatan, sehingga dapat mencegah anemia. “Mudah-mudahan kita sama-sama sadar bahwa selalu cek HB dan itu bisa melalui UKS. Alatnya sederhana yang dulunya alat ini eksklusif di fasilitas kesehatan, tapi sekarang sudah bisa dijual di toko-toko. Alat digital mudah sekali pakai itu,” kata Bupati Don.

Menurut Bupati Don, kesehatan wanita sangat penting untuk mencegah stunting. Stunting adalah istilah yang digunakan untuk gagal tumbuh. “Jadi manusia lengkap, tampilan fisiknya OK, tapi kemampuan berpikirnya sama sekali buruk,” kata Don.

Oleh karena itu, sangat penting menjaga agar para remaja putri tetap sehat dan tidak mengidap anemia. “Nanti minum tablet besi setiap minggu, cek HB setiap bulan. Ini menjadi kegiatan rutin memperhatikan kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Ellya Dewi mengatakan dalam rangka Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013, upaya kesehatan dan gizi diprioritaskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Upaya percepatan perbaikan gizi dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif yang antara lain terintegrasi dengan program penanggulangan anemia kepada kelompok sasaran rematri dan WUS. Sesuai rekomendasi WHO tahun 2021, upaya penanggulangan anemia pada rematri dan WUS difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi TTD, serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat.

Baca Juga:  Satu Lagi Pasien Covid-19 di Nagekeo Meninggal Dunia

Remaja putri adalah calon ibu sehingga perlu dipersiapkan secara baik kesehatannya. Jika tidak akan berdampak pada kehamilan, persalinan dan bayi yang dilahirkan pun akan mempunyai masalah kesehatan.

Selain pemberian tablet tambah darah, juga dilakukan pemeriksaan secara screening awal yakni pemeriksaan HB, pemeriksaan LILA, pengukuran BB dan TB. Diharapkan kita memiliki data yang akurat, sehingga intervensi yang akan dilakukan kedepan diharapkan tepat akurat dan tepat sasaran.

Tujuan pemberian TTD adalah adanya upaya dan komitmen bersama untuk menciptakan remaja Nagekeo yang sehat dan berprestasi serta bebas anemia. “Dengan screening awal kita akan memiliki data dasar kesehatan remaja,” kata Ellya.

Pemberian TTD pada remaja putri dan screening kesehatan remaja di sekolah akan dilakukan di 20 sekolah dalam wilayah Kecamatan Aesesa, mulai 15 Juni sampai 18 Juni 2021. Akan dilakukan lagi usai liburan.

Pelaksanaan screening awal akan dilakukan secara bertahap di semua sekolah di Kabupaten Nagekeo.
Jumlah sasaran sebanyak 3.476 siswa, dengan rincian
SMP sebanyak 1.393 siswi dan SMA sebanyak 2.083 siswi.

Pelaksanaan screening awal anemia dan pemberian tablet darah yang dilaksanakan hari ini dengan sasaran remaja putri SMPS Hanura Danga sebanyak 202 siswi dan SMAK Baleriwu Danga sebanyak 555 siswi. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed