oleh

Daftar di PKB, Emi Nomleni Kenang Suka Duka Pilkada NTT 2018

Kupang, RNC – Ketua DPD PDI Perjuangan Emilia Julia Nomleni hari ini, Kamis (2/5/2024) mendaftar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bakal calon gubernur NTT periode 2024-2029. Saat mendaftar, wanita yang akrab disapa Emi Nomleni itu diantar sejumlah kader dan pengurus PDIP NTT. Kedatangan Emi disambut langsung oleh Ketua DPW PKB NTT Aloysius Malo Ladi dan Sekretaris Donatus Djo yang juga adalah Ketua Desk Pilkada serta jajaran pengurus.

Pendaftaran Emi secara resmi sebagai bakal calon gubernur NTT ditandai dengan penyerahan berkas kepada Ketua PKB NTT Aloysius Malo Ladi untuk diproses lebih lanjut.

Emi Nomleni dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus DPW PKB NTT yang telah memberikannya ruang untuk berproses dalam rangka Pemilukada. Kehadirannya di PKB diakui Emi bukan sekadar untuk berproses secara pribadi, tetapi dia juga datang sebagai ketua partai untuk memastikan adanya komunikasi antara PDIP dan PKB.

”Saya tidak sedang melamar sebagai seorang Emi Nomleni. Tapi sebagai kader dan juga ketua PDIP NTT, kami ingin membangun komunikasi bersama antara PDIP dan PKB. Kehadiran kami di sini juga adalah bentuk penghormatan terhadap proses yang ada di PKB,’’ ujar Emi yang juga adalah Ketua DPRD NTT saat ini.

Emi menyebutkan, PKB adalah partai kedua yang didatanginya untuk mendaftar sebagai bakal calon gubernur NTT. Rencananya dia akan mendaftar di PKB pada hari terakhir pendaftaran yakni di tanggal 5 Mei 2024 mendatang. Namun setelah membangun komunikasi, dia memilih mendaftar di tanggal 2 Mei yang juga diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

‘’Hari ini akan menjadi tonggak sejarah. Ketika kita bicara tentang dunia pendidikan yang masih buram di NTT, mungkin ini menjadi tanggungjawab bersama PKB dan PDIP untuk menyempurnakan berbagai kerja yang sudah kita lakukan bersama,’’ sebutnya.

Baca Juga:  PDIP Kota Kupang Sambut Baik Dukungan PAN untuk Jeriko-Adinda, Segera Deklarasi

Menurut Emi, PDIP dan PKB pernah punya sejarah. Pada Pikada NTT 2018 lalu, dua partai ini mengusung dia sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Marianus Sae sebagai calon gubernur NTT. Namun dalam perjalanan, Marianus Sae tersandung kasus hukum, sehingga dia harus berproses sendirian.

”Awalnya kita berjalan dengan tegak, kemudian tertatih-tatih di tengah perjalanan. Tapi kita berusaha untuk tetap jalan dengan kepala tegak. Akhirnya kita sampai pada tujuan dan paling tidak menghasilkan sesuatu yang luar biasa,’’ ungkapnya.

Dari sejarah yang ada, Emi berharap relasi PDIP dan PKB tetap terjaga dengan baik. Dia juga berharap kedua partai ini bisa bergandengan tangan dan melangkah maju untuk membuat NTT lebih baik dari hari kemarin.

‘‘Dalam proses ini kami akan mengikuti seluruh aturan di PKB dan apapun yang akan menjadi keputusan dari PKB, harus kami hormati,’’ tegas Emi Nomleni.

Selanjutnya Ketua DPW PKB NTT Aloysius Malo Ladi pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada Emi Nomleni yang mau berproses di PKB. Soal sejarah kebersamaan PKB dan PDIP pada Pilkada NTT 2018 lalu sebagaimana disebutkan Emi Nomleni, dia menegaskan hal itu tidak bisa dipungkiri dan dilupakan begitu saja.

”Sejarah pernah mencatat PKB bersama PDIP mengusung MS-Emi di Pilkada 2018. Saat itu ketua pemenangnya pak Viktor Mado Watun dan  saya ditunjuk sebagai sekretaris tim pemenangan. Sejarah ini kita tidak bisa pungkiri. Jadi ketika mama Emi melangkah ke rumah besar PKB, itu bukan hal baru dan mama tidak asing bagi kami,’’ kata Wakil Ketua DPRD NTT.

Alo Malo Ladi menegaskan, PKB pasti mendukung Emi Nomleni dalam berproses sebagai calon gubernur NTT. Namun saat ini janji tersebut belumlah otomatis dan final, mengingat proses penetapan calon menjadi kewenangan DPP.

Baca Juga:  Para Kader PDIP Sikka Perkuat Barisan, Siap Menangkan Ansy Lema

‘’Kalau sudah ada yang pernah bersama-sama dan tidak pernah melukai hati PKB, kenapa harus orang lain. Mudah-mudahan kita bisa bersama untuk memenangkan kontestasi ini. Tekad itu ada, tapi semua masih berproses. Kita tahu bersama bahwa semua keputusan ada di Jakarta,’’ katanya.

Selain kebersamaan dalam penentuan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT nantinya, Alo Malo Ladi juga berharap PKB dan PDIP juga bekerja sama dan membina hubungan baik dalam proses Pilkada di 22 kabupaten/kota.

‘’Besok saya berangkat ke Surabaya. Jika bertemu dengan Ketum, saya akan menitipkan apa yang menjadi harapan partai ini kepada PKB sehingga semua itu diramu menjadi satu. Muda-mudahan kalau Tuhan menghendaki dan alam merestui, PKB dan PDIP tetap satu,’’ pungkasnya. (RNC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *