oleh

Darwis Sitorus: Penduduk NTT Kebanyakan Tamat SD, Tapi Tidak Berarti Bodoh

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Berdasarkan data persentase penduduk menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, kebanyakan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak punya ijazah dan tamat sekolah dasar. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus kepada RakyatNTT.com usai jumpa pers, Selasa (1/9/2020).

Menurut Darwis, dalam pendataan penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, BPS tidak pernah menggunakan kata bodoh. BPS hanya mencatat berapa jumlah atau persentase penduduk di suatu wilayah yang tidak punya ijazah, tamat SD, tamat SMP, tamat SMA, tamat SMA kejuruan, tamat diploma I dan II, tamat akademi/diploma III, tamat DIV/S1/S2/S3. “Kita tidak pernah menyebutkan kata bodoh di dalam pendataan itu,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, penduduk NTT yang berusia 10 tahun ke atas memang kebanyakan hanya tamat SD. Kendati demikian, tidak berarti penduduk NTT itu bodoh. “Memang sebagian besar masyarakat tamat SD. Tetapi bukan berarti penduduk di sini bodoh kan. Kita tidak pernah membuat kualifikasi dari sebuah data yang disajikan. Kalau ada yang menafsirkan atau menerjemahkan seperti apa data itu, ya itu tergantung cara pandangnya dia,” ungkap Darwis.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS Provinsi NTT di tahun 2019, penduduk NTT yang berumur 10 tahun ke atas kebanyakan tidak memiliki ijazah. Jumlahnya mencapai 30,69 persen. Yang hanya tamat SD sebanyak 29,19 persen, tamat SMP 15,50 persen, tamat SMA 14,97 persen, tamat SMA kejuruan 1,98 persen. Selanjutnya yang tamat diploma I dan II hanya 0,32 persen, tamat akademi/diploma III 1,33 persen, tamat DIV/S1/S2/S3 mencapai 6,02 persen.

Meski jumlah tamatan SD ke bawah lebih dominan, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut pendidikan sebagaimana data BPS NTT per Februari 2020 justru didominasi oleh mereka yang tamat diploma I/II/III (12,51 persen) dan univeristas (6,32 persen). Sedangkan yang tamat SD ke bawah hanya 0,73 persen. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed