oleh

Data Terbaru, OTG 199 dan PDP 20, NTT Harus Tetap Waspada

Kupang, RNC – Berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, jumlah orang tanpa gejala (OTG) di NTT meningkat tajam. Saat ini berjumlah 199 orang. Sedangkan PDP sebanyak 20 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Marius Jelamu, dalam jumpa pers, Sabtu (25/04/2020) menyebutkan jumlah OTG sebanyak 227, namun yang sudah selesai dipantau sebanyak 28 orang. Oleh karena itu, kini tinggal 199 orang.

Sementara itu, jumlah ODP dan PDP sebelumnya 1.645 orang. Dari data tersebut, ODP tercatat 1.591. Namun, per 25 April, jumlah ODP tinggal 609 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 549 orang menjalani karantina mandiri dan 46 orang karantina terpusat. Yang meninggal tercatat 1 orang.

Marius menambahkan, untuk PDP sebelumnya berjumlah 53 orang, kini tinggal 20 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 12 orang masih sedang dirawat di berbagai rumah sakit di NTT. Rinciannya 1 orang di TTU, 2 orang di Alor, 1 orang di Ende, 2 orang di Sumba Timur, 2 orang di Sumba Barat, 3 orang di Manggarai Barat, dan 1 orang di RS S.K. Lerik Kota Kupang.

“PDP yang dinyatakan sembuh sebanyak 28 orang. Sedangkan yang meninggal dunia lima orang,” kata Marius.

Sedangkan pasien yang positif covid-19 yang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang yang dinyatakan sembuh sudah kembali ke rumahnya siang tadi. Ia akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Marius juga menyebutkan, total sampel swab yang dikirim ke laboratorium sebanyak 75 sampel. Dari jumlah itu, sebanyak 51 di antaranya hasilnya negatif. Sisanya 23 sampel belum ada hasil. “Kita harapkan sampel yang belum ada hasil sebagaimana 51 yang lain, kita harapkan juga negatif,” kata Marius.

Baca Juga:  BPOM Buka Suara soal Efek Samping Vaksin Covid AstraZeneca

Lebih lanjut ia mengatakan walaupun NTT saat ini sudah kembali zona hijau, namun masyarakat harus tetap waspada. Pasalnya, masih ada begitu banyak OTG, ODP, dan PDP. Mereka datang dari daerah yang terpapar virus corona. Oleh karena itu, pemerintah berharap mereka yang terkategori OTG, ODP dan PDP, baik yang dikarantina mandiri maupun yang dikarantina terpusat harus betul-betul menjaga dirinya. Ketika dia menjaga dirinya, dia menjaga keselamatan semua orang. “Kita harapkan semua aparat mulai dari kabupaten sampai RT/RW memastikan bahwa OTG dan ODP serta PDP benar-benar dikontrol secara baik,” kata Marius. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *