oleh

Diduga Gunakan Bahan Peledak, 3 Nelayan di Rote Diamankan Polisi

Ba’a, RNC – Kamis (12/11/2020) sekira pukul 13.50 Wita, Kepala Unit Reskrim Polsek Rote Barat Daya, Bripka Ricky Henukh bersama Kasat Pol Air Iptu Yosef S. Soloilur bersama anggota menangkap 3 orang nelayan yang diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak di Perairan Batu Heliana, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Kepada Rakyat NTT.com, Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto, SIK, M.Si melalui Kasubbag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, S.I.P. menjelaskan pada Kamis (12/11/2020) sekira pukul 11.49 wita, Bhabinkamtibmas Desa Oeseli, Brigpol Marsel Henukh mendapat informasi melalui telepon dari warga bahwa ada aktifitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan.

Berdasarkan informasi tersebut, Brigpol Marsel bersama dengan nelayan mengecek langsung di sekitaran perairan Batu Heliana. “Ternyata memang benar sedang terjadi kegiatan bom ikan dengan menggunakan bahan peledak dan menemukan banyak ikan mati terapung di atas air,” kata Anam Nurcahayo.

Brigpol Marsel lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Rote Barat Daya dan Kanit Reskrim Polsek RBD. Sekira pukul 13.40 Wita, ia bersama Kepala Unit Reskrim Polsek Rote Barat Daya, Bripka Ricky Henukh langsung menuju Desa Oeseli.

Dengan menggunakan perahu motor milik warga desa setempat, keduanya lalu mengejar para pelaku. Para pelaku sebelumnya hendak melarikan diri menggunakan perahu motor menuju ke Landu.

Hampir 1 jam pengejaran oleh petugas, para pelaku akhirnya bisa ditangkap. Ketiga terduga pelaku yang diamankan bersama barang bukti, yakni Jakob Boak alias Dakon, warga Desa Dolasi, Kecamatan RBD, Anias Ressi warga Desa Dolasi dan Darma Nalle warga Desa Fuafuni, Kecamatan RBD.

BACA JUGA: Miris, 45 Kades di NTT Korupsi Dana Desa dan ADD, Ini Daftarnya

Sementara barang bukti yang diamankan, yakni 1 unit perahu motor, 1 buah kompresor, selang kompresor warna kuning, 2 buah kaki bebek, 1 buah snorkel, 3 buah kacamata selam, dan 1 buah regulator.

Dari hasil interogasi awal di TKP, didapati bahwa pelaku atas nama Jakob Boak adalah pelaku yang membuat dan menyimpan bahan peledak di tempat tinggalnya di Deranitan, Desa Dolasi, Kecamatan RBD.

Tak menunggu lama, aparat yang dipimpin langsung Kasat Polair, IPTU Yosef Suyitno Soloilur langsung menuju rumah Jakob Boak sekira pukul 17.30 wita untuk mengambil barang bukti yang digunakan sebagai bahan untuk membuat bahan peledak tersebut.

Di kediaman Jakob Boak, diambil sejumlah barang bukti lainnya, yakni 9 buah botol kaca bekas, 15 buah kaleng aluminium bekas, 3 bungkus plastik pupuk calcium ammonium nitrate bermerk “cantik”, tumpukan bungkus korek api bekas, tumpukan anak lidi korek api, 1 lembar terpal warna hitam dan 1 gulungan benang/sumbu.

Saat ini para pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Rote Ndao dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Para terduga pelaku akan dikenakan Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
(rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed