oleh

Dinas Dukcapil Rote Ndao Musnahkan 4.875 Keping E-KTP Rusak

Iklan Covid Walikota Kupang

Ba’a, RNC – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rote Ndao memusnahkan 4.875 keping e-KTP yang rusak dan tidak valid, maupun yang dikembalikan karena adanya perubahan data oleh masyarakat. Pemusnahan e-KTP dengan cara dibakar berlangsung di halaman Kantor Disdukcapil Rote Ndao, Sabtu (20/2/2021).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kadis Dukcapil Petson S. Hangge. Hadir pada kesempatan itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dance S. Dopong, Kasie SIAK, Thobias Mooy, Bendahara Barang, Reni Marlyn R. Malelak. Juga Teknis Administrasi, Jodian A Suki dan Bobi Oeina serta Staf Operator SIAK, Yusuf Manijeni.

Iklan Dimonium Air

Kadis Dukcapil Rote Ndao, Petson S. Hangge kepada RakyatNTT.com mengatakan, pemusnahan e-KTP invalid maupun yang dikembalikan oleh masyarakat didasarkan pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) Nomor 470.13/111176/SJ tanggal 13 Desember 2018 tentang Penatausahaan KTP-e Rusak/Invalid.

“Sesuai surat edaran Mendagri, Dukcapil harus laksanakan pemusnahan dokumen kependudukan yang rusak, maupun yang mengalami perubahan,” ujar Petson.

Mantan Camat Rote Barat ini menyebut tujuan pemusnahan dokumen tersebut adalah untuk menghindari penyalahgunaan dokumen kependudukan serta penertiban dokumen kependudukan agar tidak ada lagi e-KTP yang tercecer sehingga tidak jatuh ke tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Pemusnahan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengamanan atas data kependudukan, sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya.

Untuk diketahui, keseluruhan e-KTP yang musnahkan tersebut merupakan dokumen selama 10 tahun terakhir (2012-2021). Pelaksanaan pemusnahan ini tertuang dalam berita acara nomor 471.1/50/Dukcapil 1.2/2021 tentang pemusnahan KTP-el yang rusak/invalid. Dengan rincian tahun 2012-2013 sebanyak 2.099 keping, 19 keping di tahun 2014, 2015 sebanyak 322 keping, 2016 sebanyak 341 keping, 2017 sebanyak 148 keping, 2018 sebanyak 473 keping, 2019 sebanyak 290 keping, 2020 sebanyak 237 keping dan tahun 2021 (Januari-Februari) 46 keping. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed