oleh

Dua Warga Lasiana Bongkar Sendiri Rumah yang akan Dibedah, Kini Tinggal di Kos-kosan, bukan Gubuk

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Perdebatan seru terjadi di ruang sidang DPRD Kota Kupang, Rabu (17/6/2020) terkait bedah rumah milik warga Kelurahan Lasiana.

Anggota DPRD asal Fraksi PKB, Theodora Ewalde Taek menuding Pemerintah Kota Kupang tak memberi perhatian kepada dua warga Lasiana tersebut. Pasalnya, rumah dari kedua warga tersebut sudah dibongkar namun sampai saat ini belum dibangun.

BACA JUGA: Pemkot Siap Perbaiki 2 Unit Rumah Tak Layak Huni di Lasiana

Tak pelak, kedua warga itu tinggal di gubuk yang sangat tidak layak. Walde yang mengaku mengunjungi kedua warga itu saat masa reses mengatakan tempat tinggal kedua warga tersebut layaknya kandang babi. Ia juga menuding Pemerintah Kota Kupang hanya pencitraan tanpa memberi solusi bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore dalam sidang tersebut mengatakan hal itu tidak benar. Pasalnya, Pemerintah Kota Kupang tidak pernah membongkar rumah tersebut. Termasuk belum ada perintah untuk pembongkaran. Wali kota juga mengatakan pernyataan kasar soal pencitraan dari mulut Ewalde sangat tidak layak alias tak sopan diungkapkan dalam sidang bermartabat itu.

Berdasarkan penelusuran RakyatNTT.com, Kamis, (18/06/2020) pagi di Kelurahan Lasiana, dua warga lansia yang akan mendapat bantuan bedah rumah, yakni Alfiana Kause (51) dan Samuel Siki (69) membenarkan rumah keduanya sudah dibongkar. Namun, rumah yang berada di RT04/RW10 itu dibongkar sendiri, bukan oleh kelurahan atau dinas terkait.

Kedua warga ini juga tidak tinggal di gubuk seperti yang diperdebatkan di ruang sidang DPRD Kota Kupang. Alfiana sendiri tinggal di kos-kosan depan rumahnya. Sementara Samuel tinggal sementara di kerabatnya.

Saat diwawancarai, Alfiana mengaku dirinya membongkar rumahnya tersebut atas inisiatif sendiri. Alasannya, ia melihat rumah milik Samuel dibongkar, sehingga ia pun berinisiatif membongkar rumah miliknya lantaran masih ada sejumlah bahan rumah itu yang bisa dipergunakan lagi.

Ia menambahkan, setelah pembongkaran dirinya menetap sementara di kos-kosan yang berada di depan rumahnya. Barang-barang miliknya juga dititip sementara di halaman kos-kosan itu.

BACA JUGA: Pemkot Bagikan Ratusan Paket Bantuan untuk Anak Yatim dan Disabilitas

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena kami akan dibantu untuk membuat rumah dan kami orang kecil, kalau orang kasih semen satu zak kami bersyukur, apalagi kalau rumah. Jadi kalau ada orang datang lalu bilang ada ini itu, saya hanya bilang kalau Tuhan izinkan maka rumah ini jadi, saya bangga,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Samuel Kiki. Ia mengatakan rumah miliknya dibongkar sendiri. Ia juga sempat menetap di tenda yang dipergunakan untuk menyimpan barang-barang. Namun itu hanya semalam. Selanjutnya sampai saat ini ia tinggal di rumah milik kerabatnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed