oleh

Ekonomi Digital Terus Digenjot, Media Digital Harus Berinovasi

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Keputusan pemerintah mengembangkan ekonomi digital disambut positif berbagai pihak. Pasalnya, ekonomi digital membuat pertumbuhan berbagai sektor industri semakin tinggi.
Co-Founder CEO Bareksa.com Karaniya Dharmasaputra mengatakan, saat ini pemerintah banyak melakukan relaksasi regulasi dan ekosistem. Hal inilah yang menurutnya bisa menumbuhkan ekonomi digital.
“Pemerintah sekarang sangat membantu pertumbuhan ekonomi digital. Semoga lima tahun ke depan semakin agresif,” ujar Karaniya dalam acara Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, penetrasi internet yang terus meningkat harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah. Sehingga, pertumbuhan ekonomi digital semakin baik. “Internet bisa mengatasi masalah ekonomi kita,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, internet telah membawa perubahan yang sangat besar, terutama dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. “Apa saja bisa kita lakukan. Tanda tangan sudah bisa digital. Hal ini yang mendorong pertumbuhan industri digital kita,” tuturnya.
Menurutnya, komitmen pemerintah mendorong ekonomi digital harus terus didukung. Caranya, dengan membantu pemerintah menyiapkan regulasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Semua butuh kesiapan semua stakeholder. Contohnya di industri financial technology atau fintech. Di sini secara regulasi dan sistem masih sangat baru,” kata Karaniya.
Dia mengungkapkan, industri keuangan dalam negeri masih sangat tertinggal jika dibandingkan negara lain. “Literasi keuangan kita masih rendah. Akses masyarakat ke bank masih sulit,” ungkapnya.
Karaniya mengatakan, saat ini industri keuangan di Indonesia juga masih bertumpu pada perbankan. Karena itu, kehadiran fintech bisa membantu mengatasi masalah tersebut.
“Banyak masyarakat yang tidak sadar mereka akan kehilangan uang jika hanya menabung di bank. Akhirnya, industri keuangan kita bertumpu pada perbankan. Padahal perbankan itu penetrasinya terbatas hanya di kota besar dan tidak menjangkau ke daerah.”
Di industri keuangan jumlah nasabah dan investasi akan semakin besar jika fintech terus dikembangkan. “Di Bareksa sejak didirikan uang yang diinvestasi￾kan mencapai tiga triliun lebih. Artinya, ada celah yang bisa dimanfaatkan di sini,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, masalah lain yang menghambat pertumbuhan industri keuangan di Indonesia adalah peran asing yang sangat besar di pasar modal. Sebab itu, peran media massa dalam mengembangkan ekonomi digital Tanah Air sangat diperlukan.
Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro mengatakan, media massa adalah salah satu industri yang akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital. “Media massa akan berperan penting dalam perkembangan ekonomi digital,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital tidak akan menggerus konsistensi media massa. “Intinya, media massa online itu bisa bertahan. Cuma jadi pertanyaan sampai sekarang media massa ini apakah termasuk perusahan media massa atau teknologi,” ungkapnya.
Menurut dia, faktanya kebanyakan media massa bekerja seperti perusahaan teknologi meskipun yang disajikan berupa konten jurnalistik. “Hal ini yang membuat investor ragu-ragu masuk berinvestasi,” kata Sapto.
Sapto mengatakan, media massa harus terus berinovasi agar bisa terus bertahan dan menarik investor. “Dunia jurnalistik secara universal selalu independen. Apalagi dengan big data hari ini, media tidak semata perusahaan informasi tapi juga bisa menarik investor.”
Menurutnya, konten yang berkualitas dari produk jurnalistik juga bisa menarik investor untuk masuk berinvestasi.
“Pengalaman saya pemasang iklan justru kalau media itu berbeda, atau segmennya berbeda dengan yang lain. Itu masih salah satu bisnis yang bisa dimanfaatkan,” bebernya.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Auri Jaya menambahkan, literasi digital menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. “Di dunia jurnalistik juga sama. Masalahnya kemampuan yang harus menjadi perhatian semua pihak,” kata Auri. (asi/rmco.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed