oleh

Emi Nomleni: Semua Pihak Bertanggung Jawab Selamatkan Bank NTT

Kupang, RNC – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT hingga kini masih belum memenuhi ketentuan modal inti minimum sebentar Rp 3 triliun. Upaya kerja sama dengan Bank DKI untuk mengatasi persoalan ini pun belum terealisasi lantaran Pemprov NTT belum menandatangani persetujuan MoU tersebut.

Kepada wartawan, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni mengatakan, Bank NTT pada masa lalu (saat pemerintahan Victory-Joss, red) selalu tertutup untuk memberikan apapun informasi kepada DPRD. Akibatnya ketika ada pergunjingan di luar, DPRD tidak memiliki data yang cukup untuk bagaimana berbicara tentang Bank NTT.

“Kalau menyangkut Bank NTT, orang tidak pernah menyorot pemerintah sebagai pemegang saham. Yang selalu disalahkan pasti DPRD dari sisi pengawasan dan segala macam,” ujar Emi, Kamis (2/5/2024).

Emi menyebutkan, DPRD NTT khususnya Komisi III sudah cukup maksimal dalam tugas pengawasan terhadap Bank NTT. Misalnya dengan bersurat untuk rapat dengar pendapat (RDP) dan lain sebagainya. Hanya saja, semua upaya itu tidak diindahkan oleh Bank NTT.

“Jadi DPRD bukan tidak maksimal. Kami sudah lakukan berbagai upaya termasuk bersurat dan mengundang RDP.  Tapi tidak dilayani. Sekarang Bank NTT bisa ada di DPRD ketika terjadi pergantian pemerintahan,” terang Ketua DPD PDI Perjuangan NTT itu.

Mengenai pemenuhan modal inti minimum, Emi mengatakan masih ada batas waktu bagi Bank NTT hingga Desember atau akhir tahun 2024. Dia berharap semua pihak terkait harus sama-sama bertanggungjawab dalam upaya menyelamatkan Bank NTT.

“Kita hari ini sudah disibukkan dengan urusan Pilkada. Tapi ini PR bersama yang harus segera diselesaikan. Jadi nanti di tanggal belasan akan ada dengar pendapat karena ada pansus LKPJ. Kita akan bahas secara bersama untuk mencari jalan keluar,” sebut Emi.

Baca Juga:  Sambut Idul Adha 2024, Bank NTT Serahkan Sapi Kurban untuk 6 Masjid

Sementara mengenai kerja sama dengan Bank DKI, menurut Emi Bank NTT harus memikirkan secara matang soal dampak dari kerja sama tersebut. Sebab yang terpenting adalah penyelamatan bank untuk memenuhi modal inti.

“Orang perbankan pasti paham bahwa kerja sama ini akan mendatangkan sesuatu. Tapi juga harus dilihat kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi ketika Bank NTT kerja sama dengan Bank DKI,” ungkapnya. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *