oleh

Gadis 17 Tahun di Rote Dilecehkan, Pelaku Belum Diamankan

Iklan Demokrat

Ba’a, RNC – Seorang gadis berusia 17 tahun di Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, mengaku mengalami pelecehan seksual. Saat ini kasus sedang dilidik aparat Polsek Rote Timur. Pelaku belum diamankan.

Gadis 17 tahun berinisial SK ini kepada RakyatNTT.com, ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (15/5/2021) menceritakan persitiwa pelecehan yang dialaminya terjadi saat sepeda motor yang kendarainya mogok dalam perjalanan mengantar kedua adiknya EK (16) dan NK (15) ke sekolah pada Rabu (21/4/2021) lalu.

Iklan Dimonium Air

Menurut SK, sekitar pukul 07.00 Wita, ia mengantar kedua adiknya ke sekolah, namun saat tiba di dekat persawahan Lete Mekelain, motornya mogok. Saat berusaha menghidupkan motor, pelaku berinisial SB datang dari arah berlawanan mengendarai sepeda motor. Pelaku berhenti dan menanyakan alasan korban berhenti di jalan.

Menurut korban, pelaku turun dari motornya dan mencoba menghidupkan motor korban. Karena tidak bisa hidup, maka kedua adik korban melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki.

Saat ditinggal pergi kedua adik korban, korban hanya berdua dengan si pelaku. Saat sepi itulah pelaku melancarkan aksinya. Pelaku masih sempat menanyakan bapak korban.

Setelah itu, pelaku masih sempat menelepon seseorang. Tak lama kemudian, pelaku secara tiba-tiba langsung memeluk dan mencium korban. Korban berusaha menghindar dan lari ke balik motornya, namun pelaku tetap ikut dan kembali memeluk korban. Karena merasa terancam korban lari meninggalkan motornya ke arah rumahnya. Pelaku mengikutinya dari belakang dengan mengendarai sepeda motor. Pelaku sempat mengingatkan korban untuk mengambil kunci motor yang tertinggal. Pelaku kemudian menghilang dengan sepeda motornya.

Setelah pelaku pulang, korban kembali ke motornya, dan berusaha membawa pulang motor dengan cara didorong. Namun baru sampai di rumah pertama dari Dusun Loen Dolu, pelaku datang kembali. Kali ini ia membonceng ayah korban. Pelaku sempat menawarkan agar korban pulang bersama dirinya sedangkan motor korban didorong oleh ayah korban. Namun korban tak menggubrisnya. Setelah sepeda motor berhasil dihidupkan oleh ayahnya mereka pulang ke rumah. Pelaku tidak diketahui lagi jejaknya.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Siap Perbaiki Gereja Tua Fiulain Bukti Masuknya Agama Kristen di Rote

Menurut korban, saat tiba di rumah ia berniat menceritakan kejadian tersebut kepada bapaknya namun karena bapaknya langsung keluar lagi dengan sepeda motor sehingga ia kemudian ke rumah bapak kecilnya dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Ayah korban yang berinisial DK, mengatakan ia mengetahui kejadian tersebut tidak secara langsung dari korban. “Beta tahu pas di Boidanon, adik telpon kasih tahu,” sebut DK.

Menurutnya, setelah mendapat informasi ia langsung pulang menggunakan ojek karena motornya rusak dan dititipkan di bengkel. Sesampai di rumah ia menanyakan kejelasan informasi pelecehan tersebut kepada anaknya. Setelah itu, ia bersama korban menuju Ketua RW untuk melaporkan hal tersebut. Selanjutnya, ketua RW membawa mereka ke Ketua RT 03, Jibrael Ruy, karena pelaku adalah warga RT 03. Namun karena Ketua RT sedang sakit dan listrik padam, mereka disarankan datang kembali keesokan harinya.

Menurut DK, pada Kamis (21/4/2021), Ketua RT mempertemukan keluarga korban dan pelaku. Saat itu, pelaku dikenakan denda berupa 1 ekor kambing, 1 blek beras, dan uang sebanyak Rp 500.000. “Namun pelaku menolak keputusan, sehingga kami sebagai pihak korban merasa tidak puas dan meminta surat keputusan tersebut dari Ketua RT kemudian menelpon Bhabinkamtibmas Desa Bolatena untuk melaporkan kasus tersebut. Bhabintibmas menyarankan untuk melapor langsung ke kantor (Polsek Rote Timur) saja, karena ia sedang berada di Polres,” kata DK.

Ia kemudian bersama keluarga dan korban mendatangi Mapolsek Rote Timur untuk melapor di hari yang sama.

Bhabinkamtibmas, Jefri Haba saat dikonfirmasi melalui telepon, menjelaskan dirinya sudah turun ke desa dan sudah koordinasi dengan Kepala Desa Bolatena.
“Kanit Reskrim bilang coba kita bawa pelaku ke kantor (Polsek) untuk ngomong (dimintai keterangan) tetapi ke kantor pelaku tidak mau datang. Beta juga sudah sampaikan ke kepala desa, tetapi kades bilang nanti dia urus di desa dulu, namun hinggasampai saat ini kades belum memberikan informasi tindaklanjut mediasi tersebut,” kata Jefri.

Baca Juga:  Kunjungi Rote Ndao, Ketua DPD RI Tanam Sorgum dan Lontar di Holly Farm

DK sebagai orang tua korban, berharap pihak Polsek Rote Timur dan Pemerintah Desa Bolatena memberikan kejelasan kepada pihak korban sejauhmana laporan kasus ini ditindaklanjuti. “Agar kami keluarga khususnya korban merasa terlindungi haknya dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Rote Timur, Ipda Daniel Bessie, SH, saat dikonfirmasi via telepon, mengatakan ada Bhabinkamtibmas yang turun desa, namun karena disebut sudah diurus secara kekeluargaan, namun setelah itu pelaku tidak mengakui perbuatannya. “Karena dia tidak mengaku tidak buat dan juga tidak ada saksi melihat sehingga kasus ini masih dalam proses. Karena kita tetapkan orang sebagai tersangka kita harus lidik dulu. Jadi kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek. (rnc12)

  • 253
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed