oleh

Garda Mara Deklarasikan Perang Lawan Premanisme di Labuan Bajo

Labuan Bajo, RNC – Kumpulan pemuda yang menamakan diri sebagai Gerakan Pemuda Manggarai Raya (Garda Mara), mendeklarasikan diri memerangi segala bentuk tindakan biadab atau tindakan yang tidak berperikemanusiaan, yang terjadi di seluruh pelosok Manggarai Raya, khususnya di Kota Super Premium, Labuan Bajo. “Perlu saya tegaskan, gerakan pemuda yang kita namai Gerakan Pemuda Manggarai Raya atau Garda Mara, merupakan gerakan yang murni dan lahir dari hati pemuda asli Manggarai Raya, sebagai bentuk solidaritas untuk menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi di Bumi Congka Sae, khususnya di Kota Labuan Bajo,” ujar Ferdi Angka selaku Koordinator Garda Mara di Labuan Bajo, Selasa (4/10/2022).

Secara khusus kata Ferdi, Garda Mara mengutuk keras tindakan kekerasan oleh sekelompok orang yang mengakibatkan tewasnya Martinus Jeminta (29), pria asal Nanga Labang, Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang terjadi di Waterfront City Labuan Bajo, baru – baru ini. “Lebih khusus lagi untuk menyikapi peristiwa yang terjadi Minggu dinihari, dimana korbannya adalah seorang yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima di WFC Marina Labuan bajo, yang menjadi korban ulah dari oknum atau kelompok biadap,” tegasnya.

Meski begitu, kata Ferdi, Garda Mara berkomitmen untuk tidak akan melakukan tindakan di luar perintah undang – undang. Pergerakan Garda Mara murni lahir dari hati nurani, untuk menentang dan melawan segala bentuk tindakan anarkisme dan premanisme, yang merusak citra Labuan Bajo sebagai kota pariwisata unggulan yang sedang mekar. “Pergerakan ini tidak akan melampaui hukum sebagai panglima tertinggi di negara Republik Indonesia. Bahwa kita sadar sebagai warga negara yang baik, kita menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika yang sudah digagas tokoh – tokoh proklamasi kita sejak negara ini merdeka,” tandas Ferdi.

Dia menegaskan, gerakan yang dibangun sama sekali tidak ada maksud atau upaya untuk mengkotak – kotakan suku, ras maupun agama dari setiap masyarakat yang ada di Labuan Bajo. Garda Mara, tandas Ferdi, siap bersinergi dengan Polri dan institusi lain yang menjamin dan menjaga keamanan seluruh masyarakat Labuan Bajo, lebih khusus lagi masyarakat pribumi yang selama ini selalu menjadi korban aksi brutal dan premanisme, dari oknum atau kelompok tertentu yang memiliki tujuan untuk merusak rasa persatuan dan kesatuan yang sudah terjalin di Labuan Bajo.

Ferdi mengatakan, kehadiran Garda Mara ingin menunjukan kepada dunia luar, tentang eksistensi pemuda asli Manggarai Raya yang cinta damai, namun tidak untuk memberi ruang bagi oknum atau kelompok – kelompok premanisme hidup di tanah Labuan Bajo. “Maka atas dasar itu, kita mengambil sikap yang terukur tentu mengikuti koridor hukum terhadap kelompok-kelompok yang punya tujuan busuk di kota cinta damai ini. Saatnya kita bangkit, tunjukan jati diri kita,” pungkas Ferdi.

Sebagai informasi, sebelumnya pada Minggu (2/10/2022), telah terjadi kasus kekerasan di Water Front City Labuan Bajo, yang mengakibatkan Martinus Jeminta, seorang pedagang kaki lima harus meregang nyawa. Kasus tersebut sudah ditangani Polres Manggarai Barat. Sebanyak delapan orang yang diduga pelaku pengeroyokan, sudah diamankan. Dua orang diantaranya, masing – masing berinisial MGA (20) dan F (18), telah ditahan di Polres Mabar. (rnc29)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *