oleh

Gegara Bola, Suporter Perselaya dan Citra Damai Bentrok

Larantuka, RNC – Suporter dua tim sepak bola yang sama – sama bermarkas di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, bentrok. Dugaan sementara, kedua suporter itu bentrok gegara pertandingan bola. Suporter fanatik yang bentrok itu yakni, tim dari Perselaya dan Citra Damai FC.

Dari lima video yang berhasil diterima RakyatNTT.com, Kamis (25/8/2022), diketahui seorang pria mengenakan jaket berwarna kuning, berbaju bola kaki berwarna biru langit kontur hitam, siang itu terlihat berlumuran darah pada hidungnya. Pria ini kemudian dirangkul dua pria lainnya yang berdiri sebelah menyebelahnya, sembari menyusuri ruas jalan. Sementara beberapa masyarakat yang berada di sekitar lokasi, terlihat panik, histeris dan berhamburan di sepanjang jalan.

Dalam video lainnya, diketahui beberapa massa terlihat memegang sebuah balok berukuran sedang, seraya berlari menuju lokasi kejadian. Sedangkan beberapa ibu nampak membawa sebuah ember berisi bebatuan. Tak hanya itu, nampak pula seorang ibu lainnya terdengar sedang menginstruksikan kepada massa, untuk mengambil lebih banyak batu, agar diberikan kepada massa aksi.

Alhasil, suasana tak kondusif itu pun tidak dapat dihindarkan, sehingga terjadi aksi saling lempar kedua belah pihak yang bertikai. Peristiwa ini diduga terjadi hingga malam hari. Kapolres Flotim, AKBP I Gede Ngurah Joni, SH, S.I.K, MH, melalui Humas, Anwar Sanusi, saat dikonfirmasi media ini via layanan WhatsApp tadi malam, membenarkan telah terjadi aksi saling lempar. Aksi saling lempar ini, kata Anwar, dipicu hal sepele. “Faktor pemicunya masalah bola saja,” katanya.

Dia menambahkan, di desa itu terdapat dua klub, yakni Perselaya dan Citra Damai FC. Namun kata Anwar, Citra Damai tidak lolos. Dikatakannya, dari informasi yang diterima pihaknya, kronologi kejadian bermula saat Perselaya melakukan pawai, usai menang dalam laga final melawan Bon Kota di Divisi Utama yang digelar di Stadion Gawerato Badu. Upaya untuk mengekpresikan kemenangan ini rupanya menuai beragam aksi. Ada yang setuju, dan ada yang tidak setuju.

“Di dusun sekitar itu, ada Citra Damai, dan ada juga Perselaya. Mereka mau konvoi tapi ada yang tidak setuju. Mungkin ada ketersinggungan, sehingga namanya massa kalau sudah berkumpul, maka terjadilah lemparan itu. Masih ada faktor yang perlu didalami, juga ikhwal ketersinggungan ini. Apakah spontanitas atau bilang ada media sosial Facebook,” kata Anwar.

Dikatakannya, Kapolsek dan Danramil beserta jajarannya sudah turun TKP untuk mengamankan situasi, dan mengambil langkah – langkah pencegahan supaya bentrokan tidak meluas dan tidak terulang lagi. “Dari kejadian ini, kita berharap tidak berlanjut dan tidak meluas,” imbuh Anwar. (rnc27)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *