oleh

Herd Immunity: Berkat atau Kecelakaan?

Sabun Herbal Cyrus

Oleh: Pdt. Drs. Rio FanggidaE, M.Si.

Ketua FKUB Kota Kupang

 

CUKUP lama gedung-gedung kebaktian tidak digunakan sebagai konsekuensi dari merebaknya COVID-19. Seingat saya, penggunaan gedung kebaktian untuk ibadah jemaat terakhir kali tanggal 22 Maret 2020.

Setelah itu, tak pernah digunakan lagi sampai saat ini. Penutupan seperti ini, sejauh yang saya ketahui, tidak pernah terjadi. COVID-19 memang telah menjungkir-balikkan tradisi bergereja kita. Adakah gereja mati? Dengan tegas dikatakan: tidak! Pandemi COVID-19 justeru membuat gereja lebih kreatif dalam menata pelayanan.

Model-model pelayanan ‘klasik’ berubah secara radikal. Ibadah-ibadah online dalam pelbagai bentuk digelar untuk menjawab kebutuhan iman umat. Belum lagi usaha-usaha kreatif lainnya, termasuk usaha untuk ‘menambal’ kebocoran ekonomi jemaat dengan memanfaatkan media-media online.

Apakah semua kalangan dalam lingkup gereja dapat dengan lega menerima realitas baru yang dihadirkan sebagai efek langsung dari pandemi ini? Jawabannya tidak. Dari diskusi-diskusi intern baik pada tingkat jemaat maupun diskusi semi terbuka pada media media-media seperti WhatsApp group dan Zoom Meeting, diperoleh kesan yang kuat bahwa tidak cukup banyak pendeta yang siap berhadapan dengan realitas baru ini.

Ekspresinya bervariasi, tetapi umumnya ‘dibungkus’ dengan label kebutuhan jemaat. Romantisme masa lampau tentang beribadah di dalam gedung kebaktian terus menjadi issue yang kadang ‘panas’ karena menimbulkan perdebatan tajam di antara para sejawat. Desakan untuk segera membuka kembali ibadah di gedung kebaktian berjalan beriringan dengan usulan untuk tetap ‘menahan diri’ dari untuk tidak beribadah di gedung kebaktian dengan argumentasi pandemi belum berakhir. Sangat dilematis memang.

Dalam dilemma seperti yang saya paparkan di atas, kesepakatan rapat koordinasi (RAKOR) Gubernur dengan para Bupati dan Wali Kota yang dilangsungkan secara virtual Selasa 26 Mei 2020 mencuat ke permukaan. Setidak-tidaknya ada 4 (empat) hasil keputusan rapat koordinasi ini sebagai berikut:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed