oleh

Hirup Debu Sepanjang Hari akibat Jalan Rusak, Warga Penfui Timur Khawatir Gangguan Pernapasan

Sabun Herbal Cyrus

 

Oelamasi, RNC – Warga Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang resah akibat jalanan yang rusak dan berdebu. Warga khawatir mereka terkena infeksi saluran pernapasan akibat menghirup debu setiap hari.

Pantauan RakyatNTT.com, Sabtu (13/06/2020) sore, sepanjang Jalan Klaret tepatnya di wilayah Matani, Desa Penfui Timur, tampak jalan rusak dan berdebu. Akibatnya perumahan, kios dan pertokoan sepanjang jalan terpapar debu.

BACA JUGA: Trotoar Jalan Piet A. Tallo dan Jalan Frans Seda bakal Bikin Kota Kupang Makin Indah

Beberapa warga mengeluh sekaligus kecewa lantaran aspirasi mereka kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut tak kunjung didengar.

Hendrik Lassa, salah satu warga, mengatakan pemerintah seakan tidak mau tahu dengan kondisi infrastruktur yang sudah rusak berat akibat kapasitas kendaraan yang tidak seharusnya beroperasi di tempat itu.

“Saya merasa jalan ini sudah tidak benar. Kami butuh jalan yang bagus, karena kami selalu hirup debu,” ungkapnya.

Ia mengatakan jalan rusak itu sangat berdampak buruk pada kesehatan. Warga sekitar berpotensi mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup debu. “Kami mau silih yang lagi viral penyakit covid-19 atau dengan penyakit yang mau menyerang pernapasan,” katanya.

Armand, salah satu pemilik kios di Matani, juga mengeluhkan kondisi jalan berdebu tersebut. Ia mengatakan jualannya tidak laku lagi seperti biasanya akibat debu yang menumpuk dan menempel pada barang jualannya.

“Yah mengganggu lah, orang yang mau beli dikira kedaluwarsa lah apalah. Padahal kita baru beli, tapi karena debu,” ujarnya.

Warga setempat pun sangat berharap Pemerintah Kabupaten Kupang dapat memperhatikan jalan tersebut, sebab setiap hari ratusan kendaraan melintas di area jalan tersebut.
“Yah pentinglah diperhatikan, bukan cuma saya yang mengeluh, semua yang lalu lalang di sini,” kata Armand. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed