oleh

Kajati NTT: Semua Penerima Tanah Berpeluang jadi Tersangka

Kupang, RNC – Anggota DPRD NTT yang juga mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean bersama mantan Kepala BPN Kota Kupang, Thomas More telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Kamis (22/10/2020). Namun perlu diketahui, setidaknya terdapat 39 pejabat dan keluarga pejabat yang mendapat jatah tanah Pemkot pada tahun 2017.

Kepada awak media di Gedung Kejati NTT, siang tadi, Kajati NTT, Dr. Yulianto, S.H,M.H mengatakan penyidik masih terus mendalami kasus ini dan bisa saja tak hanya Jonas Salean dan Thomes More yang jadi tersangka, tapi masih ada tersangka selanjutnya.

BACA JUGA: Jonas Salean dan Thomas More Resmi Huni Rutan Kupang

Ia menjelaskan sejumlah pejabat dan keluarga pejabat yang mendapatkan jatah tanah telah dperiksa penyidik, baik Ketua DPRD Kota Kupang, anggota DPRD, maupun pejabat Pemkot Kupang lainnya.

“Semua punya peluang jadi tersangka. Siapa saja bisa tersangka. Semua tergantung fakta sidang nanti,” ujar Yulianto.

Ia mengatakan alasan penyidik menetapkan status tersangka kepada Jonas Salean yakni sejak awal telah memiliki niat jahat dalam kasus ini. Pasalnya, tanah tersebut dibagikan kepada istri, menantu dan keluarga dekat, selain kepada pejabat-pejabat.

Kedua tersangka dalam kasus ini mendapat jatah tanah paling luas dari tanah yang telah dibagi-bagikan tersebut. Jonas Salean mendapat jatah tanah seluas 774 meter persegi sedangkan Thomas More mendapat jatah 600 meter persegi.

BACA JUGA: Soal Bagi-bagi Tanah Pemkot, Mantan Sekda Diperiksa, Benarkan Pembagian Tanah

Untuk diketahui, pada 24 Agustus 2020 lalu, penyidik Kejati NTT bersama Kejari Kota Kupang menyita puluhan kapling tanah di Jalan Kartini. Plang yang memuat nama-nama pejabat pun dipasang.

Berikut nama-nama yang mendapat jatah tanah dari Pemkot Kupang tahun 2017:

Blok Pertama

1. Jonas Salean (774m2)
2. A. Resdiana Ndapamerang (510m2)
3. Yeskiel Loudoe (510m2)
4. Christian Saeketu Baitanu (511m2)
5. Marthinus J. E. Medah (507m2)
6. Yos Rera Beka (508m2)
7. Jacob Laurens Tokoh (508m2)
8. Bernadus Benu (508m2)

Blok Kedua

1. dr. Hermanus Man (598m2)
2. Yudi A. B. Sinlaeloe (500m2)
3. Maria Lay Radja (501m2)
4. Jonathan Lay (501m2)
5. dr. Marsiana Y. Halek (500m2)
6. dr. I Wayan Ari Sudjana (500m2)
7. dr. Evelin M. E. Manoraja (500m2)
8. Lukas D. Satrio (512m2)
9. Indra Tambengi (565m2)
10. Yulius Tambengi (457m2)

Blok Ketiga

1. Josias Benyamin Lona (500m2)
2. Sumral Buru Manoe (500m2)
3. Jefri Edward Pelt (500m2)
4. Dwi Nora Kirinawati (500m2)
5. Agustina Saudale (500m2)
6. Ariantje M. Baun (400m2)
7. Marthin Yoga Alan Girsang (400m2)
8. dr. Ronal M. Louk (400m2)
9. Johnicol R. F. Sine (400m2)
10. Martase Talan (598m2)

Blok Keempat

1. Djama Mila Meha (592m2)
2. Orson Genes Nawa (400m2)
3. Djoni Domisius Bire (400m2)
4. Max D. Bunganawa (400m2)
5. Desak Ketut Sri Wahyuni (400m2)
6. Jefri Baitanu (400m2)
7. Yanuar Dally (500m2)
8. Christin Mudasih (500m2)
9. Melanton Natti (500m2)
10. Eksam Sodak (500m2)
11. Thomas More (600m2)

(rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed