oleh

Kepala BPBD Malaka: Kalau Pemdes Tak Usul, Pasti Nama Tak Ada

Betun, RNC – Polemik seputar pencopotan nama penerima bantuan korban Badai Seroja di Kabupaten Malaka, kini menjeret pihak lain. Kepala BPBD Malaka, Drs. Gabriel Seran, MM yang dikonfirmasi RakyatNTT.com via layanan WhatsApp, Sabtu (30/7/2022), terkait laporan para korban yang namanya dicopot, membantah hal itu.

“Kami dari BPBD Malaka tidak pernah mencopot masyarakat penerima bantuan Seroja, baik yang sudah dapat dana hunian tunggu atau tidak. Nama sudah sesuai usulan kemudian direview dan divalidasi. Kalau nama tidak diusulkan pemerintah desa, jelas kami tidak usulkan karena nama tidak ada. Jadi, data usulan dari kepala desa. Karena itu, solusinya kita masukkan ke bantuan tahap kedua,” sebut Gabriel.

Dia menambahkan, mereka yang sudah menerima dana tunggu hunian (DTH), sudah diusulkan dan direview ke BNPB Pusat untuk mendapatkan bantuan tahap dua. “Penerima DTH yang diganti atau ditambahkan, harus diusulkan ke pusat untuk direview, baru bisa mendapatkan bantuan. Solusinya kita usulkan untuk bantuan tahap kedua. Masalahnya karena usulan dari Pemdes tidak ada, dan sudah direview,” lagi kata mantan Camat Malaka Barat itu.

Sekedar tahu, BPBD Kabupaten Malaka telah mencopot lima nama penerima bantuan Badai Seroja, dari daftar rehab rumah. Kelimanya yakni, Arnoldus Nahak, warga Dusun, Naimana Timur, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, dan empat janda tua masing – masing Karolina Seran, Maria Hoar Seran, Theresia Seuk Seran dan Yosefina Abuk, warga Dusun Kobadiin, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah.

Menariknya, kelima warga ini mengaku mendapat dana tunggu hunian (DTH) dari BPBD Malaka sebesar Rp 1,5 juta, karena rumah mereka hancur rata tanah akibat tersapu Badai Seroja. Lama menanti rumah mereka selesai direhab, namun duka lara yang didapat. Rumah mereka tak direhab, lantaran nama dicopot dari daftar penerima. (rnc11)

Baca Juga:  Kinerja Keuangan Baik, Pemkab Malaka Kembali Raih Opini WTP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *