oleh

KPU dan Bawaslu Diminta Awasi Ketat 224 Calon Petahana

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Diperkirakan sekitar 224 calon kepala daerah dari petahana diperhitungkan akan maju kembali pada Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar di 270 daerah. Hal ini diprediksi oleh Kementerian Dalam Negeri.

Terkait hal itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta para penyelenggara pemilu agar dapat bertindak untuk meminimalisir praktik lancung yang dilakukan para calon petahana tersebut.

Iklan Dimonium Air

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar dapat mengawasi secara ketat para calon petahana yang akan maju kembali dalam Pilkada 2020.

Pengawasan menurut Titi, dapat dimulai dari calon petahana mengajukan cuti untuk massa kampanye, hingga hari pemungutan suara. Langkah itu ditujukan untuk meminimalisir praktik-praktik curang.

“Meskipun dia (calon petahana) cuti atau nonaktif sementara, ruang-ruang akses pada kekuasaan itu kan tetap terbuka,” kata Titi, Minggu (2/2/2020).

Di samping pengawasan pelaksanaan pemilu, Titi juga meminta calon pertahana untuk tidak menyalahgunakan anggaran atau abuse of budget untuk kepentingan pencalonan. Dia mengkhawatirkan, praktik lancung tersebut terjadi dalam kontestasi pilkada serentak pada 2020.

“Terutama penyalahgunaan anggaran untuk hibah, bantuan sosial, dan sebagainya. Jadi, jangan sampai ada transaksi yang menggunakan penyalahgunaan anggaran daerah untuk kontestasi petahana,” katanya.

Titi juga meminta calon pertahana tidak melakukan mobilisasi birokrasi untuk kepentingan pilkada. Dia menilai, potensi tersebut dapat terjadi lantaran kekuasaan masih melekat pada calon pertahana meski telah berstatus nonaktif dalam jabatannya.

“Meskipun dia (calon pertahana) nonaktif sementara, tetapi kan pasca dia cuti masih mengakses kekuasaan, dan jangan sampai ada dendam politik yang digunakan untuk melakukan politisasi birokrasi,” ujar Titi.

Dari 270 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak pada 2020 ini, terdapat 224 calon pertahana yang akan kembali maju. Ratusan daerah itu tersebar di sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Sembilan provinsi yang akan melaksanakan pemilihan gubernur meliputi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Adapun proses pemungutan suara dijadwalkan pada 23 September 2020. Sedangkan khusus NTT, terdapat 9 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada, yakni Kabupaten Belu, Malaka, TTU, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada.

Gelaran pesta demokrasi daerah tersebut akan menjadi yang terakhir kalinya lantaran pilkada berikutnya akan diserentakkan dengan pileg dan pilpres pada 2024. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed