oleh

Maju Pilwalkot 2024, Simak 12 Program Ikonik Jeriko di Periode 2017-2022

Kupang, RNC – Dr. Jefri Riwu Kore kembali bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kupang tahun 2024. Mantan Anggota DPR RI dua periode ini sebelumnya sudah menjabat Wali Kota Kupang pada periode 2017-2022.

Kini, Jeriko kembali menyatakan maju di pilkada setelah mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Bahkan, kali ini ia siap bertarung melalui jalur independen.

Pilwalkot sendiri akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang. Tahapan pendaftaran calon baru akan dilakukan pada Agustus 2024.

Berikut sejumlah buah karya Jeriko di Kota Kupang saat menjadi Wali Kota pada periode 2017-2022.

 

1. SPAM Kali Dendeng

87d9189d 0a01 4457 b729 b19d27249c22
Wali Kota Kupang dan para delegasi pemkot saat berkunjung ke SPAM Kali Dendeng, Kamis (23/6/2022). (Foto: PKP Setda Kota Kupang).

SPAM Kali Dendeng adalah proyek terbesar Wali Kota Jeriko saat itu. Nilai proyeknya mencapai Rp300 miliar. Semua anggarannya dari APBN. Pengerjaan proyek ini sempat terkendala karena pandemi covid-19. Namun, akhirnya selesai pada tahun 2021 dan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 lalu.

SPAM Kali Dendeng dilengkapi dengan beberapa fasilitas pengelolaan air yang modern. Salah satunya yakni dibangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di wilayah Kelurahan Manutapen.

IPA Manutapen berfungsi untuk mengolah air menjadi steril guna distribusikan ke 2 reservoir penyalur. Pengontrolan pengelolaan IPA tak lagi manual, namun menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). SCADA sendiri adalah sistem pengendalian berbasis komputer.

Pengelolaan dari IPA Manutapen ini dilengkapi dengan 1 reservoir berkapasitas 3.000 meter kubik untuk pengelolaan air baku 300 liter per detik dari Kali Dendeng. Sedangkan untuk reservoir penyalurnya telah dikerjakan di 2 lokasi, yaitu di Kelurahan Penkase Oeleta 1 reservoir ukuran 1.000 meter kubik dan 1 reservoir di lokasi perbatasan Kelurahan Nunbaun Sabu-Penkase Oeleta berukuran 2.000 meter kubik.

Namun, air dari SPAM ini baru bisa dimanfaatkan 1.000-an rumah di wilayah Kecamatan Alak karena belum ada sambungan pipa. Anggaran sambungan pipa berkisar Rp46 miliar. Sayangnya, ketika masa jabatan Jeriko selesai DPRD dan penjabat wali kota tidak mengalokasikan anggaran untuk pembelian pipa.

 

2. Pantai Kelapa Lima

destinasi baru kelapa lima
Pantai Kelapa Lima yang sebelumnya tidak tertata rapi, kini dengan hadirnya sejumlah bangunan yang dibuat Pemerintah Kota Kupang, mulai terlihat indah dan jadi destinasi wisata baru. Diabadikan Jumat, (11/2/2022).

Kawasan Pantai Kelapa Lima (Depan Hotel Aston) sebelumnya adalah kawasan kumuh. Banyak bangunan darurat dan lapak ikan membuat pemandangan tidak menarik.

Setelah menjadi wali kota, Jeriko kemudian memperjuangkan anggaran untuk penataan wajah Kota Kupang, salah satu lokasi yang ditata adalah Pantai Kelapa Lima. Tak tanggung-tanggung, proyek ini menelan anggaran Rp52 miliar. 100 persen anggarannya dari Kementerian PUPR.

Baca Juga:  Pansus DPRD Kota Kupang Sidak Reklame Liar, Ada Dugaan Pungli

Walau pandemi covid-19 menghantam Kota Kupang, namun proyek ini tetap digenjot dan akhirnya selesai pada akhir 2021 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 lalu.

 

3. Kupang Square LLBK

LLBK 1
Para pengunjung menikmati suasana senja di kawasan Kupang Square. (Foto: IG @ryanh.id89).

Desain penataan Pantai Kelapa Lima diduplikasi di kawasan Pantai LLBK di Kecamatan Kota Lama. Proyek ini juga dikerjakan bersamaan dengan proyek Pantai Kelapa Lima.

Penataan kawasan Kota Lama sangat penting karena lokasi ini menjadi destinasi wisata Kota Kupang sekaligus merupakan tempat bersejarah yang perlu dirawat.

Proyek ini merupakan satu paket pekerjaan dengan dua proyek lainnya, yakni Pantai Kelapa Lima dan Kawasan Koridor III (Jl. Frans Seda). Namun, penataan kawasan Frans Seda batal dilaksanakan karena persoalan lahan.

Saat ini kawasan LLBK tampak lebih indah dan ramai dikunjungi warga, terutama di akhir pekan.

 

4. Bundaran Tirosa

tirosa 2
Bundaran Tirosa

Bundaran Tirosa kini menjadi salah satu landmark Kota Kupang setelah ditata pada tahun 2018 silam. Selama satu tahun pengerjaan, proyek senilai Rp7 miliar ini akhirnya selesai. Semua anggarannya berasal dari APBD Kota Kupang.

Setelah pengerjaan bundaran selesai, dilanjutkan dengan pengerjaan air mancur yang didanai dari dana CS Bank NTT. Kawasan terbuka ini pun dilengkapi lampu-lampu hias dan menjadi lokasi favorit warga Kota Kupang di akhir pekan untuk bersantai.

 

5. Taman Patung Sonbai

sonbai
Taman Patung Sonbai. (Foto: Dok. Halo Pedeka)

Salah satu karya wali kota Jeriko adalah renovasi Patung Sonbai di wilayah Kecamatan Kota Lama. Sebelumnya kawasan ini terbengkalai. Bahkan rerumputan liar tumbuh sembarangan hingga mengganggu pemandangan. Patung Sonbai yang ikonik itu pun sudah rusak.

Proyek senilai Rp2,5 miliar ini dikerjakan dalam waktu satu tahun. Taman ini dilengkapi lampu-lampu hias dan desain yang eye catching. Tak jarang lokasi ini menjadi spot menarik bagi kaum milenial untuk hunting foto.

 

6. Taman Ina Bo’i

Taman Ina Boi Kota Kupang
Taman Ina Bo’i

Salah satu lokasi yang direnovasi oleh wali kota Jeriko saat itu adalah Taman Ina Bo’i di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima. Sebelumnya kawasan ini tak terurus. Semak belukar tumbuh sembarangan di tepi jalan hingga menutupi monumen patung Ina Bo’i.

Baca Juga:  60 Anggota PPK di Manggarai Diminta Jangan Tutup Informasi, Terbuka Itu Penting

Karena patung ini berada di lokasi strategis, maka wali kota Jeriko saat itu memasukkannya menjadi salah satu dari 6 taman yang akan direnovasi. Anggaran senilai Rp4,9 miliar pun dialokasikan untuk pembangunan taman ini. Hasilnya, saat ini lokasi ini sudah tertata rapi dan indah. Taman ini pun menjadi salah satu lokasi favorit warga Kota Kupang menikmati udara bersih.

 

7. Taman ‘Tagepe’

tagepe
Taman Tagepe. (Foto: AXL)

Salah satu taman yang kini jadi lokasi favorit warga Kota Kupang selain Taman Nostalgia adalah Taman Tagepe di Kelurahan Kelapa Kelapa Lima. Tagepe sendiri merupakan akronim dari Taman Generasi Penerus.

Taman ini kini ramai dikunjungi warga setiap hari, sejak pagi hingga malam hari. Taman ini ramai dikunjungi, karena selain menyiapkan spot-spot yang instagramable, juga dipadati para penjaja kuliner.

Lokasi ini sebelumnya kumuh karena tak terurus. Beberapa area bahkan sudah dicaplok oleh warga, padahal tanahnya merupakan aset Pemkot Kupang. Karena lokasinya strategis, maka wali kota Jeriko membangun taman untuk menghidupkan UMKM.

 

8. Taman Patung Kasih

patung kasih
Taman Patung Kasih. (Foto: Ist)

Taman Patung Kasih terletak di perempatan Jalan Piet A. Tallo, Jalan Herman Johanes dan Jalan Adisucipto. Pembangunan lokasi ini bersamaan dengan pembangunan Taman Adipura di Jalan Adisucipto.

Karena berada di lokasi yang strategis, tepatnya di gerbang masuk dan keluar Kota Kupang, Patung Kasih direnovasi dan dipercantik. Di sekeliling tugu kini dilengkapi lampu-lampu dan ditanami aneka tanaman.

Lokasi ini kini menjadi salah satu spot menarik bagi kaum milenial untuk berburu foto.

 

9. Taman Adipura

adipura
Taman Adipura di Jl. Adisucipto. (Foto: Dok. Pos Kupang)

Taman Adipura berlokasi di Jalan Adisucipto. Lokasi ini merupakan spot pertama ketika memasuki wilayah Kota Kupang dari Bandara El Tari. Oleh karena itu, wali kota Jeriko kala itu memasukkannya menjadi salah satu proyek prioritas.Saat ini taman ini sudah dipercantik dan menjadi spot menarik. Tak ketinggalan kawasan sekitar taman juga dipercantik dengan lampu-lampu hias dan ditanami pohon-pohon.

 

10. RTP Muara Abu

muara abu
RTP Muara Abu di Oesapa Barat. (Foto: Dok. Pos Kupang)

Ruang Terbuka Publik (RTP) Muara Abu terletak di pesisir pantai Kelurahan Oesapa Barat. Penataan kawasan pesisir ini dilakukan Kementerian PUPR melalui program KotaKu (Kota tanpa kumuh). Kawasan ini mulai dilakukan pembangunannya pada tahun 2021 dan selesai pada tahun 2022. Pelatakan batu pertama dilakukan wali kota Jeriko pada 17 September 2021.

Baca Juga:  Vico Amalo Ajak PSI Wujudkan Rote Malole

Sedianya ada 4 segmen yang dibangun. Namun karena terkendala anggaran, sehingga baru segmen 2 yang dibangun oleh pemerintah pusat.

Segmen 1 yakni Pantai Paradiso seluas 33,88 hektar, segmen 2 di kawasan muara seluas 43,79 hektar, segmen 3 di area pohon duri seluas 39,74 hektar dan segmen 4 di area Pasar Oesapa seluas 27,04 hektar.

Penataan kawasan ini merupakan perwujudan dari Kota Kupang sebagai “Water Front City.” Sejumlah fasilitas publik akan dibangun di kawasan ini untuk menunjang kualitas hidup masyarakat tanpa mengganggu ekosistem lingkungan.

 

11. Lampu Jalan

lampu 2
Lampu jalan di ruas Jalan El Tari.

Tak bisa dipungkiri Kota Kupang saat ini sudah berubah. Yang paling nampak adalah jalanan yang terang benderang di malam hari. Hal ini terwujud melalui program Kupang Terang yang dilakukan wali kota Jeriko sejak tahun 2018 lalu.

Setelah menjabat wali kota, Jeriko mendatangkan ribuan unit lampu jalan. Lampu-lampu ini dipasang di jalan poros utama hingga jalan gang atau jalan lingkungan. Berkat ribuan lampu jalan ini, UMKM mulai hidup. Bisnis kuliner bertebaran di sepanjang jalan hingga dini hari.

 

12. Bedah Rumah

bedah rumah 1
Wali Kota Jefri Riwu Kore saat penyerahan kunci rumah yang baru selesai dibedah. (Foto: Dok. RNC).

Salah satu program fenonemal dari Jeriko adalah bedah rumah. Rumah-rumah warga kurang mampu yang sudah tidak layak huni dibongkar dan dibangun kembali. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir masa jabatannya, total ada 1.043 unit rumah dibangun.

Menariknya, tidak semuanya menggunakan APBD. Lebih banyak menggunakan bantuan dana dari APBN, yakni dari Kementerian PUPR. Selain rumah dibangun, perabotannya pun disediakan. Anggaran untuk perabotan rumah dibeli menggunakan dana pribadi.

Ribuan rumah bantuan ini tersebar di 51 kelurahan di Kota Kupang. Program ini sempat dihentikan setelah Jeriko tidak lagi menjabat wali kota. Baru pada tahun 2024 ini, Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran untuk bedah rumah.

JRK
Ads

Itulah 12 program ikonik dari Jeriko saat menjabat Wali Kota Kupang. Beberapa karya lainnya yang berskala kecil juga lahir dari tangan Jeriko. Sebut saja tugu pertigaan Oesapa, tugu Namosain, tugu Oebufu dan Taman Fontein. Taman Fontein sebelumnya mangkrak karena anggarannya dikorupsi. Selain itu, ada pembangunan trotoar dan lampu-lampu hias yang ditempatkan di beberapa sudut kota menambah keindahan Kota Kupang di malam hari. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *