oleh

Menang Pemilu di NTT, PDIP Pastikan Usung Calon Gubernur

Kupang, RNC – DPD PDIP NTT memastikan akan mengusung calon gubernur pada Pilkada 2024. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa, Jumat (12/4/2024) di Sekretariat DPD PDIP NTT.

Ia menegaskan sebagai pemenang Pemilu di NTT, PDIP tidak mungkin mengusung calon wakil gubernur. Di internal PDIP, kata Yunus, sudah ada sejumlah kader yang disiapkan. Sejauh ini sudah ada 4 nama calon gubernur.

Selain itu, PDIP juga mulai membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur pada 1-10 Mei 2024 mendatang. Oleh karena itu, kader-kader yang sudah siap akan mendaftar.

“Kita punya kader yang sangat mumpuni. Nama-nama itu yang didorong untuk disurvei dan mendapat penilaian dan kemudian mendapat tugas dari ketua umum. Jadi kalau ada yang mengatakan kader PDIP cawagub itu tidak benar karena PDIP menyiapkan cagub,” jelas Yunus.

Menurut Ketua Komisi V DPRD NTT ini, siapapun kader yang akan ditugaskan menjadi calon gubernur, seluruh jajaran pengurus PDIP siap memenangkannya di NTT. Hasil Pemilu 2024 juga menunjukkan kekuatan PDIP merata di setiap kabupaten/kota. “Nama-nama yang mendaftar nanti dilakukan fit and proper test selanjutnya dilakukan pemetaan untuk diusulkan ke DPP. Siapapun kader PDIP yang ditentukan oleh ketua umum kita siap memenangkannya di NTT,” jelas Yunus.

Untuk diketahui, sebelumnya Ketua Bappilu DPD PDIP NTT, Cen Abubakar mengatakan PDIP mengusulkan 4 kader untuk menjadi bakal calon gubernur NTT, yakni Herman Hery, Emelia J. Nomleni, Ansy Lema dan Andreas Hugo Parera.

Koalisi Pilpres Tak Otomatis Berlaku

Terkait koalisi di Pilkada 2024 berdasarkan koalisi pilpres, Yunus menjelaskan koalisi di daerah sangat dinamis. Tak tergantung koalisi pilpres. Menurutnya, kondisi di tiap daerah sangat berbeda, sehingga koalisi nasional tidak otomatis diberlakukan di semua daerah.

Baca Juga:  Daftar di PAN, Ansy Lema Akui Ada Komunikasi dengan Ahmad Yohan Soal Maju Pilgub

“Kita juga harus melihat kondisi wilayah masing-masing, misalnya ada potensi koalisi dengan partai yang bukan koalisi nasional, jadi belum ada yang terkunci secara otomatis. Kita lihat peluang di daerah,” kata Yunus.

Ia menyebutkan, pada Pemilu 2024, PDIP menang di 7 kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Belu, TTS dan SBD. Namun untuk pilkada, harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat pencalonan. Selain itu, ada 7 daerah PDIP mendapatkan kursi wakil ketua. Sisanya 8 kabupaten PDIP tidak mendapatkan kursi pimpinan. Oleh karena itu, komunikasi politik dengan partai lain harus tetap dilakukan. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *