oleh

Meski Dikecewakan PKPI, Paket MAJU Tetap Optimis Menuju Pilkada Sumba Timur

Kupang, RNC – Konstelasi politik di Kabupaten Sumba Timur jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 diwarnai dengan pembatalan dan pencabutan keputusan penetapan calon oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Pada 21 Februari lalu, partai besutan Diaz Hendropriyono itu menetapkan pasangan dr. Matius Kitu dan Umbu Hapu Mbeju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur. Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI tersebut bahkan sudah diserahkan kepada Paket MAJU.

Namun, DPN PKPI kemudian berubah sikap dan membatalkan SK tersebut. Selanjutnya pada 29 Juli, DPN PKPI kembali mengeluarkan SK yang pada intinya menetapkan pasangan Khristofel A. Praing dan David Melo Wadu (Paket SEHATI) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur.

Kondisi ini memaksa Paket MAJU harus berjuang keras agar bisa lolos menjadi konstestan di Pilkada. Sebab koalisi PKB dan Perindo belum cukup memenuhi syarat pencalonan. Selain itu, perubahan keputusan DPN PKPI ini disinyalir menjadi penyebab mundurnya Andreas Ninggeding dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI Sumba Timur.

Saat diwawancara RakyatNTT.com, Sabtu (8/8/2020) via sambungan selular, dr. Matius Kitu mengaku sangat kecewa terhadap keputusan DPN PKPI yang tidak konsisten. Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh relawan, simpatisan dan pendukung Paket MAJU. “Bagaimana tidak kecewa. Kita sudah berjuang dan ikut semua tata cara partai dari bawah. Kemudian kita terima SK di Jakarta dan kita sampaikan itu kepada pendukung. Tiba-tiba bilang cabut kembali SK,” ujar mantan Wakil Bupati Sumba Timur itu.

Masih terkait pembatalan dan pencabutan SK oleh DPN PKPI, Matius mengaku, pihaknya hanya diberi tahu bahwa ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pengurus partai PKPI di tingkat bawah. “Apakah pelanggaran di tingkat kabupaten atau provinsi, kita tidak paham. Kita hanya disuruh bertemu dengan Ketua PKPI Provinsi NTT di Kupang. Tapi kita tidak bertemu, karena sedang di Jakarta untuk bangun komunikasi dengan partai lain,” jelasnya.

Meski kecewa dengan keputusan PKPI, Matius menegaskan, Paket MAJU masih berpeluang menjadi kontestan di Pilkada Sumba Timur. Sebab saat ini Paket MAJU bersama partai pendukung sedang membangun komunikasi dengan beberapa partai lainnya. “PKB dan Perindo sudah pasti sama kita. Sebenarnya sudah memenuhi syarat pencalonan, tapi PKPI cabut SK makanya kurang satu kursi. Jadi kita masih berjuang untuk cari lagi partai dan prosesnya sedang berjalan,” terang Matius.

“Kami percaya bahwa dalam perjuangan kita, Allah ikut beracara. Allah ikut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Kita jalani tata cara untuk dapat dukungan partai, tapi kita juga ingat bahwa Allah juga ikut beracara,” sambung dia.

Matius menambahkan, banyak pihak sudah menyimpulkan bahwa Paket MAJU pasti gagal mengikuti Pilkada Sumba Timur. Namun menurutnya, Paket MAJU masih punya peluang mengingat belum semua partai mengeluarkan surat bagi paslon untuk kepentingan pendaftaran di KPU. “Ada yang klaim sudah boyong semua partai. Mesti cari tahu, apakah dia sudah pegang SK atau belum. Dia sudah punya surat dari partai untuk pakai daftar di KPU atau belum. Kalau belum, artinya kita masih berpeluang,” ungkap Matius. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed