oleh

Miris! Baru Dikerjakan, Jalan Desa Sahraen-Erbaun Sudah Rusak Parah

Oelamasi, RNC – Proyek peningkatan jalan desa ruas Buraen-Erbaun di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, NTT, kini jadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, jalan yang baru dikerjakan oleh CV Tiga Harapan Jaya sudah rusak parah. Padahal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kupang tersebut menelan anggaran yang fantastis yakni senilai Rp 8,9 miliar.

Pantauan RakyatNTT.com, Sabtu (9/12/2023), kerusakan terjadi di sejumlah titik ruas jalan yang baru dikerjakan. Kerusakan paling parah berada di ruas jalan Desa Sahraen menuju Desa Erbaun. Pada titik yang paling parah seperti di samping Gereja Jemaat Ebenhaezer Nekbuat Sahraen, tampak sejumlah pekerja berusaha memperbaiki jalan yang kembali rusak. Sementara di titik-titik lain, tampak sejumlah kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.

Awak media ini juga mencongkel lapisan ter dan sirtu urug (tanah putih) pada salah satu ruas jalan yang baru dikerjakan untuk mengetes kualitas pekerjaan. Hasilnya memang miris karena lapisan ter dan sirtu sangat mudah dicongkel meski hanya dengan menggunakan tangan.

Salah satu tokoh masyarakat, Yan Runesi kepada media ini mengaku kesal dengan proyek peningkatan jalan tersebut. Sebab kualitas pekerjaan secara kasat mata sangat tidak bagus.

“Awalnya kami senang karena ada proyek peningkatan jalan desa, ternyata hasilnya malah memprihatinkan,” ujar Yan.

Menurut mantan Kepala Desa Sahraen itu, pekerjaan jalan lapen yang biasa mereka amati selama ini, lapisan ter (aspal) cukup tebal. Fakta di lapangan, lapisan ter sangat tipis dan langsung ditutupi dengan pasir. Selain itu, pekerjaan dilakukan hanya dalam waktu yang singkat sehingga hasilnya pun tidak maksimal.

“Saya juga pernah sebagai pengguna anggaran selama enam tahun jadi sudah biasa lihat orang kerja jalan aspal. Biasanya 100 meter itu tidak bisa selesai dalam waktu yang cepat. Tapi ini mereka kerja 200 meter sampai 250 meter, selesai dalam hitungan jam saja,” terang Yan.

Baca Juga:  PDIP Kabupaten Kupang Calonkan Ima Ballo di Pilkada 2024

Yan kemudian membandingkan dengan pekerjaan jalan pada tahun 2017 saat dia masih menjabat sebagai kepala desa. Meski anggaran saat itu hanya Rp 600 juta, namun hasil pekerjaan jalan dari RT 09 sampai RT 16 masih terbilang bagus, bahkan masih bertahan sampai saat ini.

“Proyek yang sekarang kami lihat memang mereka asal kerja. Mereka tambal yang rusak, malah bikin tambah rusak. Bayangkan ini baru dua minggu dikerjakan tapi sudah rusak. Kalau turun hujan lebat, pasti akan lebih serius kerusakannya” ungkap Yan sembari berharap pihak kontraktor pelaksana serius mengatasi persoalan ini. dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga disampaikan salah satu pemuda Sahraen, Merno Amtiran. Menurutnya, kualitas pekerjaan sangat tidak bagus karena memang material yang dipakai pun kurang bagus. Salah satu misalnya tanah putih (sirtu urug).

“Tanah putih yang sekarang itu kurang bagus karena berlumpur. Sebaiknya ganti tanah putih. Kalau tidak, jangan harap hasilnya akan bagus,” ujarnya.

Sementara Piere Arlani selaku pengawas proyek dari CV Tiga Harapan Jaya yang ditemui di lokasi mengaku proyek tersebut masih dalam masa pelaksanaan. Sesuai kontrak kerja, proyek ini baru berakhir pada 23 Desember 2023 mendatang.

“Sesuai kontrak, waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Berakhir di tanggal 23 Desember nanti,” sebutnya.

Piere tak menampik soal kerusakan kembali ruas jalan yang baru dikerjakan. Dia mengaku dari tujuh segmen yang dikerjakan, lima segmen kembali mengalami kerusakan.

“Jalan kembali rusak karena ada kendaraan besar dengan muatan berat menuju lewat saat aspal belum kering (matang) betul. Soalnya ada proyek juga di jembatan Nongkou,” katanya.

Dikerjakan Ulang

Terkait persoalan ini, Kepala Desa Sahraen, Obet Edom Amtiran mengaku sudah mengumpulkan informasi dari masyarakat. Dari informasi yang dikumpulkan, ternyata masyarakat termasuk pengguna jalan banyak yang resah. Masyarakat berharap jalan dikerjakan ulang dan dikerjakan secara baik.

Baca Juga:  Pilkada Kabupaten Kupang, Partai NasDem jadi Rebutan Cabup-Cawabup

“Dari proyek ini tentu asas manfaat yang kita butuhkan,” tegas Obet saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan seluler, Senin (11/12/2023).

Obet mengatakan, pemerintah desa bersama Camat Amarasi Selatan, Bhabinkamtibmas, aparat dusun, serta sejumlah elemen masyarakat, siang tadi langsung turun ke lokasi proyek untuk bertemu pihak pelaksana proyek. Dalam pertemuan tersebut, pihak pelaksana proyek bersedia untuk mengerjakan ulang jalan yang telah rusak.

“Mereka siap gali ulang material dan kerjakan kembali dari awal. Selain kerja ulang, tadi kami juga bicara soal kualitas material seperti sirtu. Mereka bersedia untuk cari sirtu yang bagus,” katanya.

Obet menambahkan, selain pengawasan, pihak pelaksana juga meminta pemerintah desa dan masyarakat untuk ikut membantu mengatur lalu lintas kendaraan saat proyek jalan dikerjakan kembali.

“Jalur alternatif lain tidak ada. Jadi kalau nantinya harus diterapkan sistem buka tutup, ya kita harap ada pengertian baik dari pengguna jalan karena yang kita butuhkan dari proyek ini yakni asas manfaat,” pungkasnya. (rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *