oleh

Pakai Protokol Covid-19, GMIT Syalom Mokdale, Rote, Gelar Rapat Perubahan APBJ

Ba’a, RNC – GMIT Syalom Mokdale, Ba’a, Rote Ndao, menggelar rapat perubahan APBJ di Gedung Kebaktian GMIT Syalom Mokdale, Senin (20/7/2020) lalu. Menariknya, rapat ini mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yakni peserta menggunakan masker dan juga menjaga jarak.

Sebelumnya Sinode GMIT mengeluarkan imbauan terkait new normal yang dimulai 15 Juni 2020. Semua tempat ibadah dibuka kembali namun harus melaksanakan protokol kesehatan. Majelis Sinode juga mengeluarkan surat imbauan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) kebaktian di gedung gereja kepada seluruh jemaat GMIT di NTT, NTB, Batam dan Surabaya.

BACA JUGA: Kreatif, Jemaat GMIT Betania Keoen Cari Dana dengan Menanam Padi

Untuk itu, Rapat Majelis Jemaat GMIT Syalom Mokdale dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan yang sudah berjalan. “Termasuk penyesuaian dengan adaptasi tatanan hidup baru pelayanan yang sudah berjalan, sehingga memungkinkan pelayanan berjalan lebih baik di semester II tahun pelayanan 2020,” kata Pdt. Lea R. P. Suki-Dolpali, S.Th.

Pantauan RakyatNTT.com, rapat ini dimulai tepat pukul 17.00 dipimpin Ketua Majelis Jemaat Syalom Mokdale, Pdt. Lea R. P. Suki-Dolpali, S.Th. Rapat dihadiri 53 orang, yang terdiri dari Majelis Jemaat Harian, BP3J, para anggota Majelis dan Unit Pembantu Pelayanan.

Agenda yang dibahas meliputi evaluasi pelayanan rutin dan evaluasi program pelayanan. Rapat ini juga menyesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai arahan WHO. Di mana setiap peserta yang datang wajib memakai masker, kemudian duduk berjarak 2 meter, dan cuci tangan dengan handzanitiser.

Pada sesi diskusi ada beberapa anggota majelis jemaat memberikan masukan. Pnt. Musa Balukh memberikan masukan terkait volume kunjungan pastoral ke rumah jemaat ditingkatkan.

Sementara itu, Pnt. Jodian A. Suki menyarankan agar gereja secara kelembagaan mengurus izin, semacam menjadi agen pemulihan berbasis jemaat untuk konseling sosial bagi para penyandang masalah sosial dan para pecandu narkoba untuk direhabilitasi.

Dalam rapat evaluasi ini juga, ketua majelis jemaat Syalom mokdale, Pdt. Lea R. P. Suki-Dolpali, S.Th mengharapkan Badan Pengurus Pelayanan, termasuk UPP untuk menyesuaikan diri terhadap situasi pelayanan. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed