oleh

Pasukan Penjinak Bom Dikerahkan Cari HP Milik Korban Pembunuhan di Kupang Barat

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Polres Kupang menunjukkan keseriusan menuntaskan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan tersangka Yustinus Tanaem alias Tinus (42).

Salah satunya dengan meminta bantuan anggota penjinak bom (Jibom) Satuan Brimob Polda NTT guna mencari handphone milik Marsela Bahas (18), salah satu korban pembunuhan.

Iklan Dimonium Air

Dilansir dari Digtara.com, puluhan anggota Satuan Brimob Polda NTT ini dilibatkan dengan perlengkapan kendaraan taktis dan sarana lain guna menemukan handphone milik korban yang dibuang Yustinus Tanaem alias Tinus (42) usai memperkosa Marsela Bahas alias Sela (18) dan membunuh Sela.

“Kita meminta bantuan anggota Brimob untuk menyisir lokasi yang diakui Tinus tempat membuang handphone korban usai peristiwa ini,” ujar Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung didampingi Kasat Reskrim, AKP Nofi Posu dan Kapolsek Kupang Barat, Iptu Sadikin, S.Sos, Kamis (27/5/2021).

Kapolres mengakui handphone korban bukan satu-satunya alat bukti yang dibutuhkan dalam melengkapi perkara yang mereka tangani. Namun setiap hal dibutuhkan untuk dalam rangkaian kasus yang menggegerkan warga Kupang ini.

Selain meminta bantuan anggota Satuan Brimob Polda NTT, polisi juga mengerahkan anggota Polsek Kupang Barat, anggota Satuan Reskrim Polres Kupang. Warga masyarakat pun juga turut membantu menemukan handphone milik korban.

Sejumlah warga mengakui kalau lokasi yang ditunjuk Tinus sebagai tempat membuang handphone korban pernah dilanda banjir dan genangan air sehingga dikuatirkan handphone korban terbawa arus banjir atau terbenam dalam lumpur.

Namun Kapolres merasa bersyukur karena polisi akhirnya bisa menemukan pisau yang dipakai TInus membunuh korban.

“Ke mana-mana Tinus selalu membawa pisau yang diselipkan pada jaket di tangan kirinya. Pisau itu yang dipakai Tinus membunuh Marsela Bahas maupun Nanny Welkis,” tambah Kapolres Kupang.

Baca Juga:  Dinilai Berbahaya, Kapolda NTT Perintahkan Hukuman Mati untuk Tinus!

Sela Sudah Kenal dengan Tinus

Tinus sendiri yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk dan merupakan warga cabang Sillu, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang sudah memiliki istri dan memiliki tiga orang anak.

Sementara Sela adalah anak sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Yonatan Bahas dan Fransina Saa yang juga siswi kelas II SMA Negeri Kupang Barat dan tinggal di Tanaloko, RT 09/RW 05, Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Sehari-hari Tinus mengangkut pasir dan bahan galian dari wilayah Kupang Barat sehingga sering bertemu dengan Sela saat korban pulang sekolah. Bahkan Sela pun sering menumpang kendaraan saat pulang sekolah ketika TInus pulang mengangkut pasir.

Dari perkenalan dengan korban Sela, Tinus pun menjanjikan akan memberikan handphone kepada korban. Namun syaratnya ia meminta korban berpacaran dengannya dan melakukan hubungan badan. Korban tidak mengiyakan permintaan Tinus tersebut.

Sejak bulan September 2020 lalu, keduanya pun intens berkomunikasi melalui media sosial facebook. Tinus menggunakan akun facebook ‘Ary Tyo Tyo’, sementara korban menggunakan akun ‘Putri sulung’.

Dalam kurun waktu tersebut atau sejak September 2020 hingga Februari 2021, Tinus dan Sela sudah 11 kali bertemu.

Namun dari 11 kali pertemuan ini, keduanya tidak pernah melakukan hubungan badan. Di akhir bulan Februari 2021, korban dan Tinus berjanji bertemu di kebun milik orang tua korban saat korban hendak memindahkan sapi.

“Jadi korban yang mengarahkan dan menjanjikan lokasi untuk bertemu sehingga Tinus datang,” ujar Kapolres Kupang.

Saat bertemu di kebun itulah, Tinus melakukan aksi kekerasan. Ia memperkosa korban dan menganiaya korban serta membunuh korban dengan cara dicekik dan dibunuh dengan pisau milik Tinus. (*/dig/rnc)

  • 1K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Iblis jahat berwujud manusia. Hati2. Sex nya sudah diisi hayalan tinggi dari iblis sampe sdh tdk bisa dibendung walau nyawa taruhan. Dia gangguan phsikologis

News Feed