oleh

Pemkab Kupang Siap Perbaiki Ruas Jalan Tarus-Baumata, Warga Protes

Oelamasi, RNC – Pemerintah Kabupaten Kupang mulai memperbaiki ruas jalan Tarus-Baumata. Sayangnya, perbaikan jalan ini diprotes warga setempat.

Dalam sosialisasi di Aula Kantor Lurah Tarus, Selasa (28/6/2022), Pejabat Fungsional Muda Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Marianus Tallo Mau menyampaikan, ruas jalan Tarus-Baumata akan ditingkatkan dari lapen ke hotmix. Untuk bahu jalan akan menggunakan cor beton. Dana yang disiapkan senilai Rp6,2 miliar dengan volume pekerjaan 3,6 kilometer.

Ia menjelaskan, tak hanya ruas jalan yang dikerjakan, tapi juga bahu jalan akan dicor dengan beton ditambah fasilitas berupa drainase dan tembok penahan. “Bahu jalan mengunakan cor beton dan lebar jalan 4, 5 meter ditambah bahu jalan 1,25 meter,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, anggaran proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sesuai aturan, akses jalan yang dibangun harus menghubungkan fasiltas umum dan sebagai akses menuju tempat wisata.

“Memang nama jalan Tarus-Baumata, tapi titik nol pekerjaannya dari Baumata karena jalan dekat ke akses bandara El Tari dan wisata Baumata,” terangnya.

Mau Talo juga meminta pemenang tender yakni CV. Empat Romeo dan konsultan pengawas agar selalu memperhatikan kepentingan masyarakat. Dengan demikian masyarakat di sana tidak dirugikan.

Selain itu, warga juga diminta untuk berpartisipasi dalam mengawasi ataupun memelihara jalan yang dibangun nanti. “Agar nanti bisa awet dan bisa berfungsi sesuai dengan fungsinya sebagai jalan utama. Jadi perlu peran serta masyarakat untuk mengawasi,” katanya.

Dalam pertemuan itu, warga Kelurahan Tarus menyampaikan protes terhadap kegiatan pembangunan ruas jalan itu. Menurut mereka, pembangunan jalan itu tidak bisa menjawab kebutuhan mereka, karena masih tersisa 600 meter yang tidak masuk dalam agenda pekerjaan, tepatnya di wilayah Manumuti. “Kalau volume pekerjaan 3,6 kilometer maka pekerjaan tersebut tidak sampai ruas jalan utama Jalan Timor Raya,” ucap Warga RT 10, Yakobus Ndun.

Baca Juga:  Proyek Infrastruktur yang Sedang Berjalan Meningkatkan Konektivitas dan Menarik Investasi

Yakobus mengatakan sebaiknya pekerjaan tersebut ditunda. Alasannya nomenklatur proyek adalah ruas jalan Tarus-Baumata, namun titik pekerjaan dimulai dari Baumata. “Sementara titik rusak paling parah pada kekurangan volume tersebut. Kalau kerjanya dari Baumata sebaiknya kita tutup jalan saja,” tegasnya. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *