oleh

Pemkot Kembali Coret Program Air Bersih untuk Wilayah Kota Kupang Bagian Timur

Kupang, RNC – Program air bersih, yakni pembangunan SPAM Air Hitam di kawasan Oesapa kembali batal dilaksanakan pada tahun 2023 nanti. Pasalnya, Pemerintah Kota Kupang tidak menganggarkannya dalam RAPBD tahun anggaran 2023 yang sedang dibahas di DPRD Kota Kupang.

Padahal, program ini sudah direncanakan sejak tahun 2021 lalu. Selama 2 tahun berturut-turut batal dilaksanakan karena anggarannya direfokusing untuk penanganan covid-19. Pada pembahasan APBD Perubahan tahun 2022 lalu, program ini kembali dimasukkan, namun Pemkot bersama DPRD sepakat membatalkannya dengan alasan belum ada perencanaan, sehingga ditunda ke tahun 2023.

banner BI FAST

Sayangnya, dalam RAPBD tahun 2023 yang sedang dibahas di DPRD, program ini tidak dimasukkan dalam RAPBD. Untuk program air bersih, hanya dialokasikan sebesar Rp10,5 miliar untuk lanjutan pemasangan jaringan sekunder dan tersier SPAM Kali Dendeng. Untuk pemasangan jaringan SPAM Kali Dendeng dibutuhkan total anggaran mencapai Rp60-an miliar.

Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi PDIP, Adrianus Talli mempertanyakan komitmen Pemkot Kupang dalam menyelesaikan persoalan air bersih di Kota Kupang. Pasalnya, di tahun 2021 dan 2022 ada rencana untuk pembangunan SPAM Air Hitam di area Kampus UKAW Kupang. Namun, sempat terjadi refokusing dan redesign.

Menanggapi hal itu, Plh. Sekda Kota Kupang yang juga Asisten I, Jefry Pelt mengatakan untuk air bersih, Pemkot hanya menganggarkan Rp10,5 miliar guna membangun jaringan sekunder dan tersier di SPAM Kali Dendeng pada tahun 2023. Sedangkan untuk pembangunan SPAM Air Hitam untuk pelayanan air bersih bagi warga di wilayah timur Kota Kupang seperti di Oesapa, Lasiana, Kelapa Lima dan sebagian Penfui tidak diajukan dalam APBD 2023. “Kalau Air Hitam belum didorong di tahun 2023,” ujar Jefry singkat, Kamis (24/11/2022) malam.

Baca Juga:  Pemkot Kupang Siap Rp 6 M untuk BPJS Gratis

Diketahui, lanjutan proyek SPAM Kali Dendeng diperkirakan menelan anggaran Rp60 miliar. Dana itu bersamaan dengan pemasangan sambungan rumah yang nantinya dapat diganti oleh pemerintah pusat. Sedangkan, untuk SPAM Air Hitam dibutuhkan anggaran Rp4 miliar. Anggarannya telah diajukan berulang kali, namun tidak diperjuangkan baik oleh Pemkot Kupang maupun DPRD Kota Kupang. SPAM Air Hitam ini telah direncanakan sejak tahun 2020 lalu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah timur Kota Kupang yang selama ini mengandalkan pembelian air tanki. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *