oleh

PERTUNI Sumba Timur Tidak Mau Jadi Obyek Semata

Waingapu, RNC – PERTUNI merupakan kepanjangan dari Persatuan Tuna Netra Indonesia yang telah beberapa tahun lalu membuka cabang di Sumba Timur. Yang tergabung dalam PERTUNI tidak hanya penyandang tuna netra, tapi berbagai penyandang disabilitas lainnya, baik perempuan maupun laki – laki. Demikian rilis Humas Pemkab Sumba Timur yang diterima RakyatNTT.com, Jumat (26/8/2022).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Rujab Wakil Bupati Sumba Timurt, Kamis (25/8/2022), Ketua Pertuni, Robert Oktavianus Riwu, menyampaikan kondisi mereka dengan segala keterbatasannya. Mereka yang tergabung dalm komunitas ini, rupanya ingin terlibat dalam program – program pemerintah, seperti pelatihan dan pemberdayaan.

Sebaliknya, mereka ingin pemerintah hadir untuk mereka, dan dapat melihat mereka sebagai orang yang tidak saja berkebutuhan khusus, tetapi juga memiliki keahlian seperti menjadi pengajar, penjahit, bengkel, penenun dan lainnya. “Kami tidak mau hanya sebagai objek,” kata Robert.

Merespon hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Sumba Timur, David Wadu, menyambut baik keberadaan PERTUNI. David mengatakan, pemerintah daerah akan hadir dan melibatkan PERTUNI dalam pelatihan dan pemberdayaan sebagai penambah skil. Namun kata David, paguyuban ini perlu diidentifikasi dan terdata di pemerintah daerah, termasuk skill yang mereka miliki.

“Saya akan menyampaikan kepada pak bupati, supaya setiap kegiatan dinas di masyarakat, juga melibatkan rekan – rekan PERTUNI Cabang Sumba Timur. Namun sebelumnya, harus ada audiensi dengan pemerintah daerah dan DPRD. Karena itu, pengurus PERTUNI segera mengirim surat permintaan audiens kepada pemerintah, sehingga secepat mungkin dapat dilakukan audiensi itu,” kata David sembari menambahkan, negara dan pemerintah daerah bukan hanya untuk segelintir orang, tapi untuk semua rakyat. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *