oleh

Pesawat Diizinkan Terbang, Kapasitas Penumpang Dibatasi Sampai 70%

Sabun Herbal Cyrus

Jakarta, RNC – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satu dalam SE tersebut adalah membatasi jumlah penumpang pesawat sebesar 70% naik dari sebelumnya yang hanya 50%.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, yang dilakukan pemerintah sudah sangat tepat. Dirinya juga memastikan meskipun kapasitas penumpang yang dibatas 70% namun perseroan akan tetap meperhatikan physcal distancing atau menjaga jarak.

BACA JUGA: Lion Air Group Terbang Lagi 10 Juni, Ini Aturan Ketat buat Calon Penumpang

“Saya juga heran kenapa mereka heboh, seolah-olah kita lobi naikin 70% tapi 70% ini akan tetap physical distancing,” ujarnya dalam telekonferensi, Senin (9/6/2020) dilansir dari Okezone.com.

Menurut Irfan, ada beberapa pertimbangan mengapa kapastias penumpang harus dinaikan dari yang sebelumnya hanya 50%. Pertama adalah berkaitan dengan kelanjutan bisnis maskapai di tengah new normal.

Menurut Irfan, beebrapa pengamat memperkirakan kondisi baru akan kembali normal dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Namun menurutnya, para maskapai tidak bisa menahan jika harus menunggu 2-3 tahun mendatang.

“Para analis menyatakan kondisi ini akan normal hingga 2-3 tahun lagi. Tapi ada enggak airlines yang bisa tahan 2-3 tahun begini. Nah sekarang kita sepakat kalau sehat itu panglima,” jelasnya.

BACA JUGA: Sambut New Normal, Ini Persiapan Bandara El Tari

Oleh karena itu, maskapai mengusulkan agar batas minimal kapasitas ditingkatkan menjadi 70%. Karena menurutnya, jika hanya 50%, maskapai kesulitan mengingat biaya operasional cukup tinggi.

Namun dengan jaminan lanjut Irfan, para maskapai tetap bisa menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Oleh karena itu, Garuda Indonesia berani menjamin dengan kapasitas penumpang 70% bisa tetap menjaga jarak.

“Oleh karena itu hitung-hitung, bersama INACA juga, mereka akhirnya bisa diyakinkan, isi pesawat maskapai berjadwal itu 70% itu terjadi,” jelasnya

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengaturan operasional transportasi udara dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. Tujuannya menyesuaikan aktivitas perjalanan orang dengan transportasi udara untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Dalam Surat Edaran tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada poin operator penerbangan dalam rangka pencegahan Covid-19, disampaikan untuk menerapkan prinsip jaga jarak (physical distancing) di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk.

BACA JUGA: Citilink Kembali Terbang, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Penumpang

“Kursi kursi penumpang diatur (seating arrangement) berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70% (tujuh puluh persen) kapasitas angkut (load factor),” tulis Surat Edaran,

(rzy/okz/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed