oleh

Pj Wali Kota Resmikan Menara Gereja Marturia Oesapa

Kupang, RNC – Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., menghadiri ibadah syukur perayaan ulang tahun ke-23 Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Marturia Oesapa Selatan (Jemaros) wilayah Klasis Kota Kupang Timur, sekaligus meresmikan gedung menara lonceng gereja, Minggu (9/6).

Acara juga dirangkaikan dengan ibadah emeritasi Pendeta Elyanor Verogina Manu – Nalle, S.Th. dan perhadapan Pendeta Fedriana Noelina Bunga – Manafe, S.Th., sebagai pendeta yang baru di jemaat tersebut, serta peluncuran buku sejarah Jemaros. Peresmian gedung menara lonceng ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Penjabat Wali Kota Kupang.

Kebaktian dipimpin oleh Pendeta Petronela Loy – Bohga, M.Si-Teol. dengan mengusung tema “Tidak Memandang Orang” berdasarkan pasal 145 Kitab Mazmur. Turut hadir oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Semuel B. Pandie, S.Th., Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Mercy P. Kapioru – Pattikawa, Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, Ejbends H. D. S. Doeka, S.Sos., M.Si., Sekretaris Camat Kelapa Lima, Ferdinan Masae, S.Pt., para pendeta aktif dan pendeta emeritus, para presbiter dan jemaat serta segenap tamu yang hadir.

Mengawali sambutannya Pj. Wali Kota mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas diresmikannya menara lonceng gereja dan peluncuran buku sejarah Jemaros. Menurutnya menara lonceng gereja bukan sekedar struktur fisik namun sebagai pengingat akan panggilan Allah agar jemaat selalu hidup dalam iman serta pelayanan. Fahren menilai buku sejarah bukan sekedar dokumentasi tetapi sumber inspirasi dan pengajaran bagi generasi saat ini yang akan datang mengenai jejak-jejak iman serta perjuangan para pendahulu untuk menjadi pendorong dalam melanjutkan pelayanan.

Berkaitan dengan emeritasi pendeta, Fahren menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Pendeta Elyanor V. Manu – Nalle, S.Th., yang telah menyelesaikan tanggung jawabnya serta menjadi garam dan terang dunia selama melayani jemaat. “Pelayanan, dedikasi, dan pengorbanan yang telah diberikan selama ini adalah teladan yang sangat berharga,” ujar Fahren.

Baca Juga:  Pemkot Kupang Alokasikan Rp87 Miliar untuk Lawan Stunting

Ucapan selamat juga disampaikannya kepada Pendeta Fedriana N. Bunga – Manafe, S.Th., sebagai pendeta yang baru di jemaat tersebut. Ia meminta agar momen perhadapan dimaknai sebagai langkah awal memulai hidup baru dalam tugas penggembalaan, hidup dalam pelayanan dan persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus di jemaat sebagai ladang pelayanan yang baru. “Tugas dan tanggung jawab yang diemban sangatlah mulia dan berat, namun dengan pertolongan Tuhan dan dukungan dari seluruh jemaat akan mampu menjalankan tugas pelayanan dengan baik,” ujarnya.

Pj. Wali Kota juga menyampaikan selamat atas serah terima tugas pelayanan jabatan ketua majelis jemaat yang baru kepada Pendeta Fedriana. “Saya ucapkan selamat, semoga dengan kepemimpinan yang baru ini, Jemaros semakin bertumbuh dalam iman dan pelayanan. Terima kasih kepada ketua majelis jemaat sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi nyata yang diberikan,” katanya.

Ucapan selamat atas ulang tahun yang ke-23 juga disampaikan Fahren kepada segenap jemaat. Ia berterima kasih kepada jemaat yang senantiasa mendukung berbagai pembangunan di Kota Kupang, khususnya karena telah ikut memelihara kerukunan hidup umat beragama. Diakuinya, peran serta jemaat sangatlah penting dalam menciptakan suasana harmonis dan damai di tengah keberagaman masyarakat.

Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Semuel B. Pandie, S.Th., melalui suara gembala menyampaikan beberapa hal antara lain prinsip dasar yang wajib dipikul oleh seorang pendeta dalam melayani Tuhan. Menurutnya ada 3 hal yang menjadi ukuran yang harus dilakukan yaitu pertama adalah kekuatan keheningan seorang pendeta. Kedua, pendeta sebagai pelayan harus bisa membawa diri untuk hadir dalam komunitas, mampu menjadikan kehidupan orang lain sebagai laboratorium kehidupan, tetapi juga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dan yang ketiga, kemampuan melayani karena didalam pelayanan akan menghadirkan identitas Allah yang sungguh-sungguh, sehingga dapat menunjukkan karakter Allah yang pengasih, penyayang, penuh belas kasihan, setia dan adil. (*/pkp/rnc)

Baca Juga:  Tim dari KPK Temui Pemkot Kupang, Ini yang Dibahas

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *