oleh

PKK Kota Kupang Berinovasi, Gelar English Course, Diikuti 720 Siswa

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Untuk meningkatkan sumberdaya manusia harus dimulai dari anak-anak. Hal ini yang melatarbelakangi dibentuknya English Course oleh Tim Penggerak PKK Kota Kupang.
Sabtu (27/7/2019), dilaksanakan penutupan tahap I dan pembukaan tahap II English Course di lantai I Kantor Walikota Kupang. Acara ini dihadiri Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Elisabeth Lies Rengka, SST.
Petty Pratami Ly selaku anggota Tim Penggerak PKK Kota Kupang yang saat ini juga menjabat sebagai Lurah Merdeka, dalam laporannya mengatakan maksud dari kegiatan ini ialah menyediakan fasilitas kursus bahasa inggris bagi anak dan remaja di setiap kelurahan serta memberikan edukasi dan bimbingan bagi anak dalam belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih inovatif dan aplikatif. Tujuannya ialah meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak untuk mampu bersaing di level lokal, nasional dan internasional.
Kegiatan dilaksanakan selama tahun 2019 di 18 kelurahan se-Kota Kupang dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret sampai dengan 26 Juli 2019 dengan sasaran 720 siswa usia SD dan SMP. Tiap kelurahan terdiri dari 2 kelompok belajar, sehingga total keseluruhan ada sebanyak 36 kelompok belajar. Kursus dilaksanakan di kantor-kantor lurah, ruang kelas, aula gereja dan rumah penduduk di 36 titik pada 18 Kelurahan tersebut. English Course tahap II akan mulai dilaksanakan sejak minggu ke 2 Agustus sampai minggu ke 1 Desember 2019 di 23 Kelurahan yang terbagi dalam 36 Kelompok dengan sasaran sebanyak 720 anak, sehingga total peserta English Course tahap I dan tahap II tahun 2019 sebanyak 1440 siswa.
Kegiatan belajar untuk masing-masing English Course dilaksanakan dua kali seminggu sehingga total pertemuan untuk satu periode kursus dalam lima bulan adalah sebanyak 40 kali pertemuan dan durasi pertemuan adalah dua sampai tiga jam belajar. Adapun keahlian yang diajarkan meliputi berbicara (speaking), menulis (writing), membaca (reading), mendengar (listening) dan tata bahasa (grammar), namun lebih difokuskan pada speaking dan listening.
Tim Penggerak PKK Kota Kupang melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala pelaksanaan kegiatan English Course di setiap Kelurahan, dan pada akhir tahap I kegiatan dilaksanakan English Competition berupa storytelling bagi peserta di 36 kelompok belajar, yang bertujuan untuk menguji perkembangan kemampuan bahasa inggris peserta kursus, memberikan ruang bagi anak untuk berkompetisi dan berprestasi serta memotivasi anak untuk lebih giat belajar kemampuan berbahasa inggris. Bertindak selaku dewan juri, Ibu Agusanaterny Ully dan Bapak Alfred B. Tangkonda, SS, MA. Kegiatan ini mendapat dukungan antara lain dari Pemerintah Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, PT Kupang Sehat Sejahtera milik Bapak Bobby Liyanto, Bank NTT Cabang Pembantu Kantor Walikota, Lembaga Kursus English First, Bank BNI 46, Hotel Aston, Hotel Naka, Pegadaian Kupang, Bapak Elbert Manafe, Sekolah Dian Harapan, Pantai Timor Hotel dan Restoran dan Hotel Romyta.
Sejalan dengan misi Kota Kupang yaitu Kupang Sehat–Cerdas dan Kupang Bagaya–Berprestasi, program English Course ini diperuntukkan bagi anak-anak di Kota Kupang yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak. “Saya harap kegiatan semacam ini dapat terus kita laksanakan karena ini adalah bagian dari tugas kita pemerintah di sektor pendidikan bagi anak usia sekolah dalam meningkatkan minat dan kemampuan belajar anak-anak,” ujar Wakil Walikota Kupang yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, perkembangan pendidikan sudah semakin maju, sebagai contoh di zamannya bersekolah bahasa inggris belum begitu banyak diajarkan di bangku sekolah dasar dan hanya dipelajari secara intens ketika masa ujian. Namun kini, bahasa Inggris bahkan bahasa asing sudah banyak diminati anak-anak bahkan di usia yang sangat muda, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin modern. Ia berharap dalam kegiatan-kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya diajarkan atau dilatih agar memiliki kemampuan berbahasa inggris namun perlu melatih anak-anak keberanian tampil berbicara di depan orang banyak atau public speaking. “Ketika mereka diajar kemampuan berbicara dengan bahasa Inggris, tutor agar mengajarkan juga teknik-teknik berbicara di depan orang banyak, public speaking perlu untuk memupuk keberanian mereka karena mereka ini calon-calon pemimpin kita di masa yang akan datang,” ujar dr. Hermanus Man. (hms/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed