oleh

Polda NTT Akhirnya Hentikan Penyidikan Kasus Keterangan Palsu, Penyidik Minta Maaf

Kupang, RNC – Komitmen Kapolda NTT Irjen Pol. Drs Lotharia Latif, SH., M.Hum untuk berpihak pada warga dan agar tidak semua persoalan diselesaikan pada jalur hukum diwujudkan. Kapolda NTT melalui Direktur Reskrimum Polda NTT menghentikan penyidikan kasus tindak pidana dugaan memberikan keterangan palsu di pengadilan.

Penghentian penyidikan kasus ini tertuang dalam surat ketetapan nomor S.Tap/740/XI/RES.1.24./2021/Ditreskrimum tanggal 29 November 2021 tentang penghentian penyidikan.

Iklan Dimonium Air

Surat tersebut ditanda tangani Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Eko Widodo selaku penyidik dan diantar ke tersangka pada Selasa (30/11/2021).

“Iya, benar saya sudah terima suratnya dan diantar oleh penyidik. Terima kasih bapak Kapolda NTT yang sangat peduli dengan orang kecil. Sekali lagi terima kasih bapak Kapolda,” ujar Dina Y. Nau, Rabu (1/12/2021) dengan penuh haru.

Dilansir digtara.com, dalam surat tersebut disebutkan dasar pertimbangan hasil pemeriksaan pada tingkat penyidikan, ternyata tidak terdapat cukup bukti. Peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau karena hal-hal sebagaimana yang diatur dalam undang-undang. Penyidikan dihentikan demi hukum, dan dipandang perlu untuk menghentikan penyidikan dengan menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan.

Direktur Reskrimum Polda NTT dalam surat itu memutuskan menetapkan menghentikan penyidikan terhapap laporan polisi nomor LP/B/195/VI/RES.1.24./2021/SPKT tanggal 25 Juni 2021 dengan pelapor/korban Ir. Erens Alexander Ch. Giri dan Rinati dan tersangka Dina Y. Nau tentang dugaan terjadinya tindak pidana memberikan keterangan palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 242 ayat (1) dan ayat (2) KUHP karena bukan merupakan tindak pidana.

Pada poin kedua keputusan ini, memberitahukan penghentian penyidikan kepada pelapor/korban dan tersangka.

Dina Y. Nau mengaku terharu dengan penghentian kasus ini yang dinilai sangat adil membela rakyat kecil. Dina Y. Nau, janda di Kupang yang sebelumnya ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda NTT, batal diperiksa tim penyidik Ditreskrimum Polda NTT, Senin (29/11/2021).

Baca Juga:  Satgas 53 Kejagung Tangkap Jaksa dan Pengusaha di NTT, Sudah Dibawa ke Jakarta

Ia pun merasa bahagia atas berkat Tuhan dan dukungan semua pihak sehingga proses pemeriksaan di Polda NTT tidak dilakukan.
“Secara pribadi saya merasa senang dan bahagia serta terima kasih kepada Tuhan dan kepada semua pihak yang telah membantu saya sehingga tadi di Polda tidak jadi dilakukan pemeriksaan,” ujar Dina.

Ia juga mengapresiasi Kapolda NTT Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH M.Hum atas kepedulian dalam kasus yang dialaminya.

“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih juga kepada bapak Kapolda NTT, sehingga dalam kasus ini saya tidak jadi diperiksa sebagai tersangka,” ungkap Dina sambil berlinang air mata.

Penyidik Meminta Maaf

Niko Ke Lomi, kuasa hukum Dina Y. Nau menyampaikan hasil pertemuan dengan tim penyidik Polda NTT dan penyidik menyampaikan permohonan maaf terkait penetapan tersangka atas kliennya Dina Y. Nau.

“Hasil pertemuan dengan penyidik Polda tadi, penyidik AKP Lorens menyampaikan permohonan maaf, karena telah sampai pada penetapan tersangka. Sedangkan sesungguhnya dia sampaikan bahwa laporan polisi itu dibuat masih dibuat dalam tenggang waktu upaya hukum untuk perkara pokoknya,” ujarnya.

“Kami juga sampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT, yang begitu teliti dan cermat untuk melihat suatu perkara sehingga tidak semua perkara itu dapat dipidana,” kata dia.

Niko berharap, ke depan penyidik tidak boleh serta merta mempidanakan seseorang apalagi masyarakat kecil.

“Harapan saya ke depan, tidak ada lagi perbuatan sewenang-wenang yang dilakukan oleh penyidik terhadap masyarakat kecil apalagi janda seperti ini. Apalagi belum ada putusan inkrah dari pengadilan, saya atas nama klien saya menyampaikan banyak terima kasih kepada bapak Kapolda,” ujar Niko.

(*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed