oleh

Presiden Jokowi Hari Ini Pantau Food Estate 5.000 Hektare di Sumba Tengah

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pihak Istana Kepresiden memastikan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya sempat dibatalkan. Kepala Biro (Karo) Humas Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius mengatakan kepastian kedatangan orang nomor satu RI itu diperoleh dari Istana Kepresidenan.

“Sampai pagi ini jadwal kunjungan Bapak Presiden yang kita peroleh dari istana belum ada perubahan, dan itu artinya Bapak Presiden dipastikan akan ke NTT hari ini,” kata Jelamu Ardu Marius saat dihubungi, Selasa (23/2/2021) seperti dilansir dari Okezone.com.

Iklan Dimonium Air

Menurut Jelamu, Presiden akan bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta tepat pukul 09.00 WIB menuju Sumba Barat Daya di Pulau Sumba. Di Pulau Cendana itu, Presiden akan memantau proyek food estate yang digagas Kementerian Pertanian RI.

BACA JUGA: Tiga Nama Bersaing jadi Wakil Bupati Ende, Siapa yang Dipilih?

“Bapak Presiden akan melintasi jalan darat dari Kabupaten Sumba Barat Daya ke Sumba Tengah,” katanya.

Dari Pulau Sumba, lanjut Jelamu, Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan langsung terbang menuju Bandara Waioti di Maumere Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Di daerah itu, Presiden Jokowi akan meresmikan bendungan megah yang merupakan salah satu proyek prioritas nasional.

“Bendungan Napun Gete ini salah satu bendungan yang diberikan Presiden untuk masyarakat di NTT,” katanya.

Terkait food estate, Jelamu mengaku ada 5.000 hektare lahan padi dan jagung yang akan dipantau Presiden. Lahan ini akan terus ditambah hingga 10.000 hektare di 2021 ini. “Pulau Sumba dan Pulau Timor akan jadi target program ini, karena paling adaptif dengan cuaca di provinsi berbasis kepulauan ini,” katanya.

Jelamu juga mengatakan, meskipun ada kunjungan, protokol kesehatan Covid 19 tetap dilaksanakan. “Pihak Istana sudah memberi peringatan agar protokol kesehatan tetap terlaksana. Masyarakat juga diimbau mematuhinya,” kata bekas Kepala Dinas Pariwisata NTT itu. (*/okz/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed