oleh

Pukuafu “Selat Pencabut Nyawa”, Perahu Nelayan hingga Kapal Feri Terkubur di Sana

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Selat Pukuafu yang menghubungkan Pulau Timor dan Pulau Rote sudah terkenal garang sejak dulu. Sudah tak terhitung berapa jiwa yang terkubur di sana. Selat kecil ini pun dijuluki “Selat Pencabut Nyawa”.

Penelusuran RakyatNTT.com, sejumlah kapal tenggelam di selat ini. Mulai dari perahu nelayan hingga kapal feri dengan ratusan penumpang.

BACA JUGA: Detik-detik Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Pukuafu

JM Ferry

Tercatat pada 31 Januari 2006 malam, KM Citra Mandala Bahari atau dikenal dengan JM Ferry tenggelam di selat ini. Kapal yang dinahkodai Marianus Koten itu memiliki bobot 489 GT, panjang 45 feet dan lebar 39 feet. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Bolok menuju Pelabuhan Pantai Baru Rote, sekiar pukul 16.00, dengan membawa 269 penumpang dan kru kapal.

Kapal ini dinyatakan tenggelam sekira 4 jam kemudian di selat Pukuafu. Sejumlah kapal pun dikerahkan untuk melakukan upaya penyelamatan. Hasilnya 162 penumpang berhasil diselamatkan. Dan 107 orang ditemukan meninggal. Masih ada lagi beberapa yang tidak ditemukan hingga proses pencarian dihentikan.

Sebelum tragedi yang terjadi pada 2006, sudah tak terhitung jumlah perahu dan kapal yang tenggelam di selat ini.

Kapal Imigran

Pada 19 Desember 2009, sebuah kapal nelayan yang mengangkut 18 imigran gelap yang kabur dari tahanan. Mereka menyewa kapal nelayan untuk berangkat ke Australia. Para imigran ini diketahui berkebangsaan Afghanistan, Pakistan dan Myanmar.

Tiba di Selat Pukuafu, kapal yang ditumpangi dihantam gelombang dan tenggelam. Sebanyak 3 orang meninggal dunia dan 6 orang dinyatakan hilang. Sisanya berhasil selamat karena ditolong nelayan.

Kapal Pengangkut BBM

Pada 11 Juni 2013 lalu, sebuah kapal pengangkut BBM bertolak dari Pelabuhan Rakyat Namosain, Kupang menuju Pulau Rote. Kapal ini mengangkut BBM dan 6 penumpang.

Tiba di Pukuafu, kapal dihantam gelombang dan terbalik. Ke-6 penumpang berhasil diselamatkan tim SAR, namun muatannya hanyut.

KM Mitra Bahari

Pada Rabu (14/5/2014), KM Mitra Bahari yang mengangkut BBM dari Kupang menuju Ba’a, Rote Ndao mengalami kecelakaan di Selat Pukuafu. Mesinnya tiba-tiba mati. Bersamaan dengan itu, kapal yang mengangkut 6 penumpang itu dihantam gelombang besar.

Kapal pun tenggelam. Para kru kapal bertahan pada kayu bekas kapal. Tak lama kemudian mereka diselamatkan oleh tim SAR Kupang.

KM Kasih 25

Peristiwa yang terakhir adalah tenggelamnya KM Kasih 25 yang bertolak dari Tablolong menuju Papela, Rote Timur, Minggu (5/7/2020). Tiba di Selat Pukuafu sekira pukul 10.30, kapal yang mengangkut 25 penumpang ini dihantam gelombang dan angin kencang.

Kapal pun tenggelam. Tim SAR baru mendapat kabar pada pukul 14.05. Sekira pukul 14.20 tim SAR mulao bertolak ke lokasi kejadian. Tim penyelamat berhasil menemukan dua penumpang, namun sudah meninggal.

BACA JUGA: Kapal Tenggelam di Pukuafu, 2 Selamat, 2 Meninggal, Puluhan Penumpang Belum Ditemukan

Sementara Kapal Express Bahari yang melintas di lokasi kejadian berhasil menyelamatkan 2 penumpang kapal naas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih dilakukan tim SAR Kupang dibantu Polaair Polda NTT dan beberapa kapal nelayan. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed