oleh

Ratusan Juta Rupiah Sudah Dialokasikan Pemkot Kupang untuk Kaum Disabilitas

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial terus memberi perhatian kepada kaum disabilitas di Kota Kupang. Termasuk anak-anak telantar (Antar), anak jalanan (Anjal), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), anak balita telantar (AB) dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus (AMPK).
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan khusus untuk kaum disabilitas ada dua bentuk bantuan yang diberikan, yakni bantuan alat bantu mobilitas dan bantuan bahan permakanan. Sejak tahun 2017 hingga 2019 ini bantuan ini rutin diberikan.
Khusus untuk bantuan alat bantu, pada tahun 2017, diberikan kepada 191 orang dengan total anggaran Rp 336 juta. Pada tahun 2018 untuk 156 orang dengan anggaran Rp 300 juta dan tahun 2019 untuk 116 orang dengan anggaran Rp 125 juta. Sedangkan bantuan permakanan, yakni pada tahun 2017 untuk 50 orang dengan anggaran Rp 75 juta, tahun 2018 untuk 120 orang dengan anggaran 175 juta dan tahun 2019 untuk 125 orang dengan anggaran Rp 120 juta.
“Bantuan-bantuan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas,” katanya. Oleh karena itu, Pemkot Kupang mulai menjalankan fungsi rehabilitasi sosial dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan memulihkan dan mengembangkan kemampuan disabilitas yang mengalami disfungsi sosial.
Selain itu, lanjut Retno, pada tahun 2019 ini, Pemkot Kupang juga bersama DPRD telah mengesahkan Peraturan Daerah Kota Kupang tentang perlindungan dan pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas di Kota Kupang. Ini sebagai bukti nyata Pemkot memberikan upaya perlindungan dan pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas. Dengan demikian dapat mencegah dan menangani risiko dan goncangan serta kerentanan sosial khususnya bagi penyandang disabilitas.
Selain bantuan-bantuan tersebut, Pemkot Kupang sejak tahun 2018 hingga 2019 memberikan bantuan dana bagi 100 orang penyandang disabilitas berat dengan total Rp 360 juta. “Bantuan ini agar penyandang disabilitas berat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dengan baik,” kata Retno.
Tak hanya bantuan dana dan peralatan, Pemkot juga memberikan bantuan berupa pelatihan keterampilan, yakni dengan mengikutsertakan penyandang disabilitas pada Diklat keterampilan di Panti Rehabilitasi Sosial milik pemerintah pusat dan provinsi, yakni Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) Efata Kupang, Panti Sosial Bina Netra Mahamya Tabanan Bali, Panti Rehabilitas Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta dan Panti Bina Vocasional Cibinong Bogor. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed