oleh

Rekam E-KTP di Ende Wajib Bawa Surat Keterangan Rapid Test Antigen

Iklan Covid Walikota Kupang

Ende, RNC – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ende membuat beberapa kebijakan baru terkait pelayanan administrasi kependudukan di masa pandemi covid-19. Selain pelayanan satu meja, Disdukcapil Ende juga mewajibkan masyarakat untuk membawa surat keterangan rapid test antigen saat hendak melakukan perekaman e-KTP. Kebijakan ini dibuat untuk menekan risiko penularan covid-19.

Menurut Kadis Dukcapil Ende, Lambert Sigasare, kebijakan ini memang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, mengingat petugas pelayanan publik di kantor yang dipimpinnya tersebut memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi.

Iklan Dimonium Air

Ia berharap, masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan 5 M saat mengurus administrasi kependudukan. “Dukcapil ini urus 23 administrasi penduduk. Untuk pengurusan dokumen yang lain, kita bisa gunakan pelayanan melalui aplikasi online. Tapi kalau untuk perekaman e-KTP, warga diwajibkan memiliki surat keterangan rapid test antigen. Karena proses perekaman akan terjadi kontak langsung antara masyarakat dan petugas,”jelas Sigasare.

Sigasare menyebutkan, selama pandemi covid-19, tidak ada penurunan jumlah pelayanan bagi warga yang datang mengurus administrasi kepedudukan. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan sangat bagus.

“Tentu kami terus melakukan evaluasi dan inovasi-inovasi. Makanya kita memiliki tagline pelayananan namanya Gerogiwa yang artinya gerai layanan masyarakat wajib administrasi penduduk,” ujarnya.

Untuk mendorong percepatan pengurusan administrasi kependudukan, Sigasare mengaku saat ini pihaknya telah menyiapkan mobil pelayanan dukcapil. Mobil pelayanan tersebut akan memberikan pelayanan terpadu langsung di wilayah kecamatan dengan mekanisme dan tata pelayanan yang sama dengan pelayanan di Kantor Dukcapil Ende.

“Di tahun 2021 kami sudah berkerja sama dengan Yayasan Fren untuk pengurusan akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA). Target kami tahun ini 15 ribu anak harus sudah punya dokumen KIA. Itu penting dan kami sudah menyampaikan ke bapak bupati agar saat penerimaan siswa baru nantinya, setiap calon siswa wajib memiliki akta kelahiran,” ungkap Sigasare. (rnc16)

  • 119
    Shares
  • 119
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed