oleh

Respon Keluhan Warga soal Kekeringan, Bupati dan Wabup Malaka Turun Langsung ke Sawah

Betun, RNC – Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH dan Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, S.Sos meninjau lahan sawah yang mengalami kekeringan di Desa Suai, Selasa (4/5/2021) kemarin.

Saat tiba di lokasi, Bupati Simon Nahak dan Wabup Kim Taolin berdiskusi dengan para petani yang ada di lokasi tersebut terkait kekeringan yang melanda sawah milik warga setempat. “Saya terjun ke lokasi secara langsung untuk memastikan keadaan lahan sawah milik warga yang kering dan mencari solusi untuk mengairinya,” tutur Simon Nahak kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Iklan Dimonium Air

“Saya tidak bisa duduk diam ketika mendengar rakyat sedang susah. Saya harus terjun langsung ke lokasi untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat,” sambungnya.

Ia mengatakan, tidak boleh banyak berdiskusi karena rakyat butuh eksekusi. Setelah melihat lokasi tersebut, ia menginstruksikan Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Malaka segera bertindak untuk mengairi sawah tersebut. “Saya beri waktu dua hari untuk dinas-dinas terkait selesaikan,” tegasnya.

Usai kunjungan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka terjun ke lokasi persawahan lalu menuju ke lokasi air yang dihalangi oleh masyarakat setempat. Sekretaris Dinas Pertanian Malaka, Nikolas Seran, S.Sos mengatakan untuk penanganan darurat, ia akan berkomunikasi dengan kepala desa setempat dan Camat Malaka Tengah untuk mencari solusi sehingga sawah segera diairi.

“Segera bertemu Camat dan desa serta keluarga yang punya tanah ini untuk izinkan lahannya biar kita segera gali ulang parit yang jaraknya sekitar 30 meter ke parit yang sudah dikerjakan ini, supaya airnya segera dialiri ke lokasi sawah yang kering,” ungkapnya.

Rony Patrisius Manek, warga Desa Suai, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, kekeringan ini terjadi pascabencana banjir bandang 4 April 2021 lalu. Diperkirakan ada 40-an hektar lahan milik warga mengalami kekeringan.

Baca Juga:  Tragis, Siswi SMA di Malaka Tewas Diterkam Buaya

Rony mengatakan dirinya bersama warga berswadaya untuk mendatangkan air dari sumber mata air Wediik.
“Kami gali saluran alternatif dengan meminta bantuan mesin excavator untuk menggali lahan tersebut. Setelah berhasil dan airnya sudah dipakai untuk aliri persawahan yang kering ternyata pemilik tanah menutupnya kembali tanpa alasan yang jelas karena sedari awal sudah kita izinkan secara baik dan tuan mengiakannya,” ungkapnya.

Lanjut Rony, warga sudah menikmati airnya selama empati hari, namun setelah ditutup lahan kembali kering. Harapannya, dengan kehadiran Bupati dan Wabup semoga dalam satu atau dua ini mereka sudah bisa mendapatkan air dari kali Wediik tersebut.

(rnc11)

  • 408
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed