oleh

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kota Kupang Kembali Zona Merah

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Kota Kupang kembali masuk zona merah setelah 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien ini sementara dirawat di RSUD Prof. W Z. Johannes Kupang.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, yang diterima RakyatNTT.com. Senin (24/8/2020) sore, pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia 46 tahun. Ia berasal dari Larantuka, Flores Timur.

Sesuai penelusuran Gugus Tugas, terungkap bahwa pasien tersebut bersama istrinya menetap sementara di rumah keluarga di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa sebelum 16 Juli lalu kemudian berangkat ke Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk melakukan operasi atas penyakit yang dideritanya.

Selama di Malang, kurang lebih 1 bulan, mereka menetap sementara di kos-kosan. Selanjutnya pada 17 Agustus mereka kembali ke Kupang dan melakukan rapid test mandiri. Hasilnya reaktif covid-19. Kemudian dilanjutkan dengan Swab-test PCR pada 19 Agustus di RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, serta langsung menandatangani kesepakatan isolasi mandiri sebab belum ada kemiripan gejala.

Namun pada Kamis (20/8/2020), pasien tersebut memeriksa kondisi kesehatannya di RS Leona dengan keluhan nyeri perut, mual, muntah, dan sudah 1 hari panas menggigil, anemia, post operasi ginjal. Pasien ini pun dirawat inap di RS Leona. Setelah itu, pada Jumat (21/8/2020), saat hasil tes swab keluar ia dinyatakan positif Covid-19 dan langsung dirujuk ke RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang.

BACA JUGA: Satu Pasien Covid-19 di Manggarai Meninggal Dunia

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji yang dikonfirmasi media ini, membenarkan pasien tersebut berasal dari Larantuka yang menetap di rumah keluarga sejak dan sesudah melakukan operasi pada salah satu RS di Kabupaten Malang.

Dirinya pun mengatakan, dengan adanya pasien positif tersebut maka jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Kupang bertambah menjadi 40 orang. Hingga pukul 15.00 wita, sesuai hasil tracing terhadap pasien tersebut, terdapat 29 orang kontak erat.

“Ada tujuh pasien sakit lain di RS Leona, 21 tenaga kesehatan yang sudah di-swab di RST Wirasakti, dan pada keluarga satu orang yang juga sudah diambil swab,” jelas Ernest. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed