oleh

Sedih, Suami Gugur di Timor Timur, Kini Anaknya Tenggelam Bersama KRI Nanggala-402

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Keluarga Indah Sigar tampak tegar melepas kepergian sang anak Letda Rhesa Sigar, salah satu kru KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. Wanita paruh baya itu masih mau berbagi cerita mengungkap pesan terakhir anaknya.

“Mam, Rhesa mau layar, doain ya mam semoga lancar,” kata Indah Sigar menirukan pesan terakhir Letda Rhesa.

Iklan Dimonium Air

Pesan itu dikirim Letda Rhesa Sigar via WhatsApp kepada ibunya Indah Sigar pada 19 April, dua hari sebelum KRI Nanggala-402 hilang kontak.

Letda Rhesa Sigar juga mengirim foto selfie dirinya sedang tersenyum dengan latar KRI Nanggala-402.

Kemarin, kapal selam buatan Jerman itu ditemukan. Letda Rhesa Sigar dan 52 awak lainnya dinyatakan gugur. Duka pun dirasakan seluruh keluarga besar Sigar.

Keluarga Rhesa dua kali kehilangan anggota keluarga saat menjalankan tugas negara.

BACA JUGA: Penghormatan Terakhir untuk Awak KRI Nanggala-402, Kapolda NTT Tabur Bunga di Laut

Ayah Letda Rhesa, Letkol (Inf) Simson Godfried Sigar, diketahui juga gugur saat menjalankan tugas negara pada 4 Juni 1998. Saat itu, helikopter yang ditumpanginya jatuh di Timor Timur (Timtim).

Meski dirundung duka, keluarga mengikhlaskan kepergian Kepala Divisi Mesin Besar KRI Nanggala-402 itu.

Istri Letda Sigar, Anasthasia Christine, mencurahkan isi hatinya di story WhatsApp. “Terima kasih atas waktu yang telah kamu berikan padaku selama ini, suamiku. Aku pasti jagain mami kamu. Abis ini ponakan kamu juga dinamain pakai nama kamu lho!” tulisnya.

“Yang tenang ya sayangku. Jangan khawatir aku pasti jaga diri dan tetap lanjutin hidup sampai nanti kita ketemu lagi okay? I love you,” tambah dia.

Thasia—sapaan akrabnya, pada Minggu siang juga menyampaikan terima kasih atas doa dan perhatian untuk suami, dirinya dan keluarga besar mereka.
“Mohon doanya terus buat suamiku. Siapa tau ada keajaiban, beliau bisa pulang,” ujar Thasia.

Thasia pun memastikan dirinya kuat menghadapi situasi ini. “Aku yakin aku kuat. Demi suamiku, aku harus kuat. Kalau aku lemah nanti beliau ya kan? Beliau cuman dalam patroli selamanya. Kalau pulang syukur puji Tuhan, kalau ngga ya udah,” tambahnya.

Tasha pun memasrahkan kehidupan dia dan suaminya dalam tangan Tuhan. “Aku yakin dan percaya rencana Tuhan adalah yang terbaik,” tandas Thasia. (*/dig/rnc)

  • 2.8K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed